RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, kepedulian sosial terus ditunjukkan Polda Riau melalui berbagai program kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Sebanyak 1.198 paket bansos telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Provinsi Riau.
Tidak hanya menyalurkan bantuan sosial (bansos), jajaran kepolisian juga hadir membawa air bersih, memperbaiki rumah warga kurang mampu, hingga menggerakkan aksi pelestarian lingkungan melalui program Green Policing.
Selain itu, bantuan air bersih didistribusikan di enam lokasi, satu unit rumah warga mendapat program bedah rumah, dan Gerakan Indonesia Asri dilaksanakan di dua titik sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Kegiatan yang digelar Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polres jajaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial dan bantuan sosial dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui edukasi serta pembinaan.
Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan, berbagai kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
"Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Ditlantas Polda Riau bersama Satlantas Polres jajaran terus bergerak melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan," ujar Kombes Jeki, Kamis, 18 Juni 2026.
"Kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui bantuan yang diberikan, edukasi yang disampaikan, serta kepedulian terhadap lingkungan yang terus kami gaungkan melalui program Green Policing," jelasnya.
Menurutnya, setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.
Polda Riau turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan melalui program Green Policing.
Edukasi tersebut secara khusus diberikan kepada masyarakat pesisir agar terus menjaga kebersihan lingkungan, mencegah pencemaran, dan melestarikan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan mereka.
"Melalui program Green Policing, kami ingin mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga alam dan lingkungan," kata dia.
"Khususnya masyarakat pesisir yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem, sehingga pembangunan dan kesejahteraan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan," jelasnya.
Bansos yang disalurkan menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir angkutan umum, sopir truk, penghuni panti asuhan, penghuni panti jompo, hingga warga yang tinggal di kawasan pesisir.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika menjelaskan bahwa proses penentuan penerima bantuan dilakukan secara selektif melalui survei dan verifikasi langsung di lapangan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
"Untuk masyarakat yang mendapatkan program bedah rumah, sumber informasinya berasal dari lingkungan sekitar. Selanjutnya tim melakukan survei dan peninjauan lokasi untuk memastikan kondisi rumah serta kelayakan penerima bantuan".
"Setelah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan, kami melakukan koordinasi dengan pihak RT dan RW setempat agar pelaksanaan bedah rumah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.

