Jangan Sampai Jalan Baru Rusak Lagi, Penanganan Banjir di Pekanbaru Harus Maksimal

Ketua-Komisi-IV-DPRD-Kota-Pekanbaru-Rois2.jpg
Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru agar program penanganan banjir tahun 2026 benar-benar direalisasikan secara maksimal dan tepat sasaran.

Ia menilai persoalan banjir tidak boleh terus berulang karena berdampak langsung terhadap kerusakan infrastruktur jalan yang baru diperbaiki.

Menurut Rois, pemerintah telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk penanganan banjir tahun ini, sehingga pelaksanaannya harus segera dilakukan terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan genangan air.

“Fokus pemerintah tahun 2026 ini memang penanganan banjir, makanya anggarannya cukup besar lebih dari Rp100 miliar,” kata Rois, Sabtu 16 Mei 2026.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan, anggaran tersebut harus segera dieksekusi dengan skala prioritas pada titik-titik rawan banjir yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.

“Saya pikir itu patut disegerakan, tentu dengan skala prioritas daerah-daerah yang memang menjadi langganan banjir,” ujarnya.



Rois menilai penanganan drainase dan banjir harus berjalan beriringan dengan pembangunan jalan. Jika tidak, maka hasil pembangunan jalan yang telah menggunakan anggaran besar dikhawatirkan menjadi sia-sia karena kembali mengalami kerusakan akibat terendam air terlalu lama.

Ia mencontohkan sejumlah ruas jalan yang baru dilakukan overlay atau pengaspalan pada tahun 2025 kini mulai terancam rusak akibat genangan yang terus terjadi saat hujan deras.

“Jangan sampai jalan yang baru di-overlay, sudah bagus dan mulus, karena lama tergenang air akhirnya aspalnya jadi keriting lagi. Sangat disayangkan,” jelasnya.

Menurutnya, apabila persoalan banjir tidak segera diselesaikan, maka pemerintah kota berpotensi kembali mengeluarkan anggaran untuk memperbaiki jalan yang sama. Kondisi itu dinilai tidak efektif dan justru menghambat pembangunan infrastruktur di kawasan lain.

“Akibatnya rencana penambahan aspal tahun ini malah bisa mengulang pekerjaan yang sama lagi,” katanya.

Karena itu, Rois meminta Pemko Pekanbaru memaksimalkan anggaran penanganan banjir yang telah disiapkan agar perbaikan drainase dan pengendalian genangan bisa segera dirasakan masyarakat.

“Maksimalkan dana yang ada itu dan segera dieksekusi untuk daerah-daerah yang betul-betul rawan banjir,” tutupnya.