RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau, Edi Basri, mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) akan membangun pabrik minyak goreng. Ia menyebut gagasan ini telah dibahas saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"BUMD kita akan bergerak untuk membuat pabrik minyak makan atau minyak goreng, termasuk turunan hilirisasi dari CPO," ujarnya, Kamis 30 April 2026.
Ia berharap, pabrik minyak goreng ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng di Riau.
"Semoga ini bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga stabilitas dan pasokan minyak goreng di Riau. Selain itu juga bisa membuka nilai tambah sektor sawit di Riau," jelasnya.
Lanjutnya, wacana pabrik minyak ini juga memiliki potensi cukup besar. Pasalnya, Riau merupakan daerah perkebunan sawit terbesar dengan pasokan crude palm oil (CPO) mencapai sekitar 2 hingga 2,5 juta ton per tahun.
Rencana pembangunan pabrik minyak goreng ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp400 miliar. Skema pendanaannya masih terbuka untuk kerja sama dengan pihak swasta maupun perbankan daerah.
"Nilai investasinya sekitar Rp400 miliar. Kemungkinan kita juga akan menggandeng pihak swasta, termasuk bisa bekerja sama dengan bank daerah," pungkasnya.

