1,041.74 Ha Lahan di Riau Terbakar Sejak Awal Tahun

Warga-Sebut-Kebakaran-Hutan-di-Bengkalis-Sudah-Dua-Pekan.jpg
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tameran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Kamis, 12 Februari 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di Provinsi Riau telah mencapai 1,041.74 hektare sejak awal 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Provinsi Riau mencatat karhutla terluas terjadi di Kabupaten Pelalawan.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Damkar Riau Jim Gafur mengatakan angka kebakaran di daerah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya, berdasarkan laporan hingga Kamis, 19 Februari 2026.

"Total luasan lahan terbakar mencapai 1.041,74 hektare di Riau terhitung sejak 1 Januari lalu. Dari data tersebut, Pelalawan menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan terluas," kata Jim Gafur di Pekanbaru, Sabtu, 21 Februari 2026.

Kebakaran di Pelalawan mencapai 612,30 ha. Kemudian, Bengkalis (201,01 ha), Inderagiri Hilir (64,70 ha), Siak (63,53 ha) Dumai (30,52 ha), Kampar (29,50 ha).

Karhutla juga terjadi di Kota Pekanbaru seluas 14,08 ha, Kabupaten Kepulauan Meranti 13,14 ha, Rokan Hilir 10 ha, Kuantan Singingi 1,5 ha, dan Indragiri Hulu 1,2 ha. Sementara di Kabupaten Rokan Hulu dilaporkan masih nihil lahan terbakar.


"Kabupaten Pelalawan mendominasi dengan lebih dari 50 persen total luasan kebakaran di seluruh provinsi," ujarnya.

Pihaknya juga mencatat selama tahun 2026, ada 1.849 titik panas.yang terdeteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Dari jumlah itu 128 diantaranya adalah titik api.

Tim gabungan, lanjutnya, terus melakukan upaya pendinginan dan pemadaman di lapangan baik itu melalui jalur darat maupun udara. Selain itu, pesawat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga telah melakukan upaya modifikasi cuaca dengan menyemai 6 ton garam di langit Riau.

"Pesawat telah melakukan operasi udara sebanyak 4 sortie dengan total 6.000 kg garam (NaCl) untuk upaya Teknologi Modifikasi Cuaca di wilayah Pelalawan, Bengkalis, dan Rokan Hilir," ujarnya.(ANTARA)