Karhutla Bengkalis Tak Kunjung Padam, Warga:Tolong Kerahkan Water Bombing

Warga-Sebut-Kebakaran-Hutan-di-Bengkalis-Sudah-Dua-Pekan.jpg
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tameran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Kamis, 12 Februari 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis, Riau, belum kunjung padam hingga kini, Jumat, 13 Februari 2026.

Sejumlah warga di beberapa desa Bengkalis mulai mengeluhkan sesak napas karena kabut asap yang mulai muncul dari karhutla.

Seperti warga bernama Riyan Kobel, yang mengeluhkan karhutla yang belum padam  di Desa Temeran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

"Tolong Bupati kerahkan water bombing untuk padamkan karhutla," ujar Riyan. 


Menurut Riyan, karhutla di Desa Temeran sudah terjadi berminggu-minggu. Ia menyebut tak ada upaya petugas dalam pemadaman api.

"Sudah ada 60 hektar terbakar. Mohon bantuannya," tutup Riyan. 

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, mendeteksi total 280 titik panas di Provinsi Riau. Sebanyak 204 titik di antaranya berada di Bengkalis.

Selain Bengkalis, titik panas juga berada di Pelalawan 16 titik, Siak 11 titik, Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti dengan masing-masing 10 titik.

Kemudian di Kota Dumai 9 titik, Rokan Hilir 7 titik, Kampar 5 titik, serta Indragiri Hulu dan Rokan Hulu masing-masing dua titik panas.