Belum Kunjung Ditangkap, Otak Pelaku Penganiayaan Satrio Masih Berkeliaran Bebas

Kompol-Berry-Juana-8.jpg
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pihak kepolisian belum kunjung menangkap otak pelaku penganiayaan menewaskan pemuda bernama Satrio Wardhana Ramadhan (19), yang  terjadi di Jalan Duyung, Kamis, 23 Oktober 2025.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama. 

"Otak pelaku masih buron. Inisial B," singkat Kompol Berry, Jumat, 21 November 2025.

Meski begitu, Kompol Bery tak mengungkap kendala yang menyebabkan otak pelaku dalam perkara ini belum ditangkap.

Sebelumnya, Budi Utomo alias Budi Toyo diduga sebagai otak pelaku penganiayaan terhadap Satrio Wardhana Ramadhan. Satrio tewas dipukuli usai dituduh maling di Jalan Duyung.


Selain Budi Toyo, tiga orang lainnya, Bondan alias Dani, Muhammad Riski Saputra, Reyhan, masih dilaporkan sebagai buron penganiayaan kepada Satrio Wardhana. Sedangkan dua orang lainnya bernama Muhammad Fikri (24) dan Joni Iskandar (19) sudah lebih dulu ditangkap dua lokasi.

Muhammad Fikri yang juga merupakan sekuriti di salah satu pusat perbelanjaan ditangkap saat akan melaksanakan apel, sedangkan Joni ditangkap saat membungkus nasi goreng di Jalan Nilam.

"Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi, dilakukan penangkapan terhadap dua orang diduga pelaku penganiaya terhadap korban Satrio Wardhana," kata Kompol Bery Juana, Selasa, 11 November 2025.

Kompol Bery mengungkap, kedua pelaku mengaku terlibat dalam pemukulan terhadap korban. Pelaku dibawa ke Mapolsek untuk proses lebih lanjut.

Kompol Berry menyebut beberapa orang lainnya masih dinyatakan buron dan masih dalam pengejaran, termasuk otak pelaku.

"Kita masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang lagi. Identitas sudah kita kantongi," jelas Berry.