RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Riau di Jalan Jenderal Sudirman, masih berlangsung sejak jam 11.00 WIB hingga pukul 16.32 WIB, Senin, 1 September 2025.
Masa demonstran datang secara bergantian, dimulai dari mahasiswa Universitas Riau (Unri). Beberapa jam kemudian, sejumlah mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) datang bergabung.
Tak berselang lama, massa demonstran disambut oleh Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto bersama sejumlah anggotanya. Dalam kesempatan itu, massa menyampaikan 7 tuntutan, yang satu diantaranya adalah pembebasan Khariq Anhar yang sedang ditahan oleh pihak kepolisian.
Menjelang sore hari, massa dari Universitas Islam Riau (UIR) juga mulai bergabung. Hingga kemudian disusul oleh massa dari Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan Cipayung Plus. Sementara mahasiswa Unri tampak sudah membubarkan diri.
Ketua DPRD Provinsi Riau Kaderismanto menyambut satu persatu rombongan mahasiswa yang berdatangan. Pihaknya berjanji, tuntutan massa mahasiswa akan disampaikan kepada DPR RI, dalam waktu 2x24 jam.
"Kami menerima semua aspirasi masyarakat dan akan segera menyampaikan kepada DPR RI dalam waktu 2x24 jam," ujar Kaderismanto.
Adapun aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa, yakni dari Unri, Unilak, Umri dan UIR, mencakup 7 poin tuntutan. Diantaranya:
-
Copot Kapolri dari jabatannya.
-
Bebaskan massa aksi yang ditahan aparat kepolisian tanggal 25 Agustus sampai 1 September 2025, terkhusus mahasiswa UNRI saudara Khariq Anhar.
-
Usut tuntas tindakan represifitas aparat kepolisian.
-
Reformasi seluruh elemen kepolisian.
-
Hapuskan Tunjangan DPR.
-
Copot menteri HAM dari jabatannya.
-
Sahkan RUU Perampasan Aset dan Tolak RKUHAP.
Pantauan Riauonline, hingga pukul 16.46 WIB, massa dari Unilak, UMRI dan UIR masih menggelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Riau.

