Inspektorat Dalami Dugaan Pungli Rekrutmen THL di RSD Madani

Iwan-Simatupang-inspektorat.jpg
Inspektur Inspektorat Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang (LARAS OLIVIA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Inspektorat Kota Pekanbaru terus mendalami dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses perekrutan Tenaga Harian Lepas (THL) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru.

Hingga kini, sedikitnya 50 pegawai, baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun THL, telah menjalani pemeriksaan khusus (riksus).

Inspektur Inspektorat Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, mengungkapkan dugaan pungli tersebut melibatkan lebih dari satu pihak, termasuk ASN dan oknum THL. Hal ini diketahui setelah beberapa tenaga honorer mengaku dimintai sejumlah uang saat proses seleksi berlangsung.

"Yang dari THL ada juga, dari PNS ada juga," ujar Iwan, Rabu 6 Agustus 2025.


Meski demikian, Iwan menegaskan pihaknya belum bisa menyebutkan secara pasti jumlah pelaku atau pihak yang terlibat dalam praktik kotor tersebut.

"Itu belum tahu kita lagi, kami masih melakukan pendalaman," tegasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat, sekaligus menentukan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai langkah awal, dua ASN yang diduga terlibat dalam pungli telah dicopot sementara dari jabatannya di RSD Madani untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.