RIAU ONLINE, PEKANBARU - Marlambson Carel Williams mendapat kepercayaan besar. Ia ditunjuk sebagai Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) di Kejaksaan Tinggi Riau.
Penunjukan ini mempertegas rekam jejaknya yang mumpuni dalam perkara korupsi. Namun di balik semua prestasi itu, Carel tetap menjejak bumi. Ia memaknai profesi jaksa sebagai pengabdian spiritual, bukan sekadar profesi hukum.
"Jangan lupa bersyukur karena sudah memperoleh pekerjaan, dan jadikan pekerjaan itu menjadi ladang ibadah serta berkat bagi banyak orang," ujar Carel, Kamis, 24 Juli 2025.
Profil Singkat
Carel Williams mencuat sebagai jaksa muda yang tampil beda. Lahir di Jakarta dan merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya, pria bersahaja ini dikenal luas karena integritasnya yang tak tergoyahkan dan pendekatannya yang humanis dalam menegakkan keadilan.
Langkah awalnya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Dompu, Nusa Tenggara Barat sejak 2023 hingga pertengahan 2024 menandai babak penting dalam pengabdiannya.
Meski masih terbilang muda untuk menduduki jabatan strategis itu, Carel berhasil mengukir prestasi membanggakan: mendapat predikat penegakan hukum tindak pidana korupsi terbaik se-NTB pada 2023.
Di bawah kepemimpinannya, Kejari Dompu menuntaskan sederet kasus korupsi bernilai miliaran rupiah. Di antaranya, perkara pengadaan alat metrologi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan tahun 2018 senilai Rp398 juta, serta korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas Perhubungan Dompu periode 2017–2020 sebesar Rp1,28 miliar.
Tak berhenti di situ, kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas tahun 2021 senilai Rp944 juta pun rampung hingga ke meja hijau.
Salah satu penyidikan yang menyita perhatian adalah perkara Perusahaan Daerah Kapolda Rawi dengan nilai kerugian mencapai Rp3,24 miliar selama periode 2007–2023. Selain itu, proyek rehabilitasi irigasi Sori Paranggi (2020) dan Kwangko (2022) juga berhasil diusut dengan tuntas.
Namun, Carel tak semata mengejar vonis. Ia juga membawa pendekatan baru dalam penanganan kasus ringan. Restorative justice diterapkan bagi pelaku tindak pidana yang masih berusia muda atau dalam perkara yang bisa diselesaikan secara damai.
"Keadilan bukan semata soal hukuman, tapi juga pemulihan. Jika ada ruang untuk memulihkan dan membina, kenapa tidak?” ujar Carel.
Setelah menyelesaikan tugas di Dompu, pada Juni 2024 Carel dipercaya memimpin Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Sumatera Utara. Di sana, ia dikenal bukan hanya karena sikap tegasnya, tetapi juga karena sifat santun dan rendah hatinya dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Di Labuhanbatu, tantangan yang dihadapinya semakin kompleks. Ia menangani berbagai perkara korupsi proyek pemerintah, penyimpangan dana desa, hingga kejahatan seksual terhadap anak.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah eksekusi mantan Sekretaris Daerah Labuhanbatu, Muhammad Yusuf Siagian, dalam kasus penggelapan dana persediaan tahun 2017.
Yang lebih mengejutkan, ia menuntaskan proses hukum terhadap tokoh masyarakat Freddy Simangunsong, suami dari Plt Bupati saat itu, dalam kasus pencabulan anak di bawah umur.
"Proses hukum tidak boleh pandang bulu. Hukum harus jadi pelindung bagi mereka yang lemah,” tegas Carel.
Tak hanya itu, Kejari Labuhanbatu di bawah kepemimpinannya juga menetapkan tersangka dalam kasus renovasi tiga puskesmas yang merugikan negara hingga Rp2,85 miliar.
Beberapa kepala desa juga turut dijebloskan ke penjara, termasuk dari Desa Bandar Kumbul, Bangun Rejo, dan Kanopan Ulu.
Dalam proses penyidikan, Carel dan tim menemukan pola penyamaran dokumen yang sangat rapi. Namun berkat kombinasi forensik digital dan investigasi sistematis, mereka berhasil membongkar semua manipulasi bukti dan membawa pelaku ke pengadilan.
"Teknologi adalah sahabat jaksa hari ini. Tanpa itu, kita bisa tertinggal dari cara kerja para pelaku korupsi,” ungkapnya.
Di luar ruang sidang, Carel juga aktif dalam penyuluhan hukum. Ia rutin menggandeng media lokal untuk memperkuat jaringan intelijen hukum serta mendorong pencegahan korupsi sejak dini.
Kinerja gemilangnya membuat Kejari Labuhanbatu mendapat penghargaan sebagai Kejari Tipe B terbaik dalam penanganan perkara korupsi tahun 2024 dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kejati Sumatera Utara pun memberikan apresiasi atas kinerja unit tindak pidana khusus dan intelijen di bawah kepemimpinannya.
Marlambson Carel Williams mencerminkan wajah baru kejaksaan—tegas dalam penindakan, humanis dalam pendekatan, dan tulus dalam pelayanan.

