Buka Mukerwil PPP Riau, Mardiono Petakan Agenda Pemilu

Plt-Ketua-Umum-Dewan-Pimpinan-Pusat-DPP-PPP-Muhammad-Mardiono.jpg
(Bagus Pribadi/RIAUONLINE.CO.ID)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Riau menyelenggarakan Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) di Hotel Pangeran, Minggu, 2 Oktober 2022.

Mukerwil yang dihadiri oleh seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-Riau itu dibuka oleh Plt Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Muhammad Mardiono.

"Kita bersilaturahmi dengan pengurus harian dan senior di DPC dalam rangka untuk menyemangati mereka semua agar nanti kita mulai berjuang kembali mengingat agenda-agenda pemilu yang sudah kita mulai," terang Mardiono kepada wartawan.

Mardiono meminta doa dan dukungan untuk PPP agar senantiasa dapat berjuang melanjutkan apa yang sudah dicita-citakan pendiri partai.

"Seperti semakin memperkuat tentu untuk keterwakilan di parlemen. PPP pada 2019 lalu masih diberi amanah oleh umat, masih mendapatkan suara 6,3 juta lebih," ungkapnya.


"Walaupun di parlemen kami jadi yang terbaik, tapi kami akan bangkit berjuang kembali, mudah-mudahan nanti kami bisa memperoleh suara yang lebih besar lagi," imbuh Mardiono.

Mengenai target PPP untuk parlemen, ia menyampaikan setidak-tidaknya targetnya berupa mengembalikan perolehan suara di 2014, di mana PPP mendapatkan 39 kursi.

"Di Riau juga demikian kalau bisa kami terus berjuang untuk mengulang kejayaan itu di mana kami dulu punya gubernur dari PPP yaitu Pak Wan Abubakar," katanya.

Tak berhenti di situ, Mardiono juga menuturkan di tingkat pusat pihaknya juga mempunyai tokoh-tokoh dari daerah seperti Hamzah Haz yang berjuang sampai RI 2 Wapres.

"Kami akan berjuang mengulang kejayaan-kejayaan itu. Tentu ada proses jatuh bangun, ya itulah kehidupan kadang diatas kadang dibawah seperti roda berputar. Itu adalah sunnatullah, nah saat ini kami memang berada di titik paling kecil tetapi rekan-rekan semua akan kami gerakkan untuk berjuang kembali meraih perjuangan-perjuangan seperti apa yang dicita-citakan para pendiri kami," tutup Mardiono.