Innalillahi... Kakek Mulyoto Tewas Terbakar saat Padamkan Api di Lahannya

karhutla-bengkalis.jpg
(istimewa)
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tidak ada seorangpun mengetahui kapan dan di mana ajal itu tiba. Seperti dialami Mulyoto, kakek 70 tahun hembuskan nafas terakhirnya di lahan terbakar saat memadamkannya. 
 
Mulyoto, warga Desa Lintas Utara, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau ditemukan hangus terbakar, Rabu, 11 September 2019. Indragiri Hilir memang menjadi penyumbang titik panas terbanyak di Riau dalam sepekan terakhir. 
 
Titik-titik panas itu berdampak dengan kabut asap pekat yang menyelimuti sejumlah daerah, termasuk Kota Pekanbaru. 
 
Kapolsek Keritang, AKP Martunus, Jumat, 13 September 2019, membenarkan insiden tersebut. Akan tetapi, ia mengatakan, pihak keluarga memilih tidak melaporkan kejadian itu ke polisi. 
 
"Benar. Di lokasi korban ditemukan juga memang ditemukan kebakaran. Tapi pihak keluarga enggan dilakukan visum," ujarnya. 
 
Ia menceritakan, insiden tersebut berawal saat korban berangkat ke kebun, Rabu siang sekitar pukul 15.00 WIB. korban juga sempat pamitan dengan istrinya, Saiyem dan mengatakan hendak ke kebun untuk membantu memadamkan api di sekitar kebunnya. 
 
Korban berangkat ke kebun dengan mengendarai sepeda motor dan menggunakan alat pemadam seadanya. 
 
Dua jam kemudian, Saiyem mendapat telfon dari tetangganya dan mengabari bahwa kebunnya juga turut terbakar. Namun, dalam sambungan telfonnya, tetangga Saiyem mengatakan tidak melihat keberadaan Mulyoto. 
 
Seketika Saiyem terhenyak mendengar kabar tersebut. Dia pun bergegas menuju kebun dan meminta warga membantu mencari korban. Benar saja, kekhawatiran Saiyem terbukti ketika pukul 19.00 WIB korban ditemukan dalam keadaan memprihatinkan. 
 
""Korban telah dikebumikan pihak keluarga," jelasnya.