Tambah Panas! Presiden China Perintahkan Militer Siap Berperang, Gertak Siapa?

Militer-China.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, BEIJING- Presiden Xi Jinping meminta militer China mengeksploitasi cara-cara pelatihan dan persiapan perang di tengah-tengah pandemi corona. Diduga Xi Jinping jengah dengan sikap beberapa negara yang tidak sepaham soal penyebab penyebaran virus corona.

Xi Jinping muncul ke publik dan berbicara di depan pertemuan pleno delegasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan Kepolisian Rakyat.

Dalam rapat yang dilakukan Selasa 26 Mei 2020 itu, ia meminta militer memperkuat pelatihan dan pertahanan nasional di tengah pandemi corona (COVID-19). Apalagi dalam situasi yang kompleks seperti sekarang.

Dikutip dari Global Times dan South China Morning Post, ia bahkan memerintahkan militer mengeksploitasi cara-cara pelatihan dan persiapan perang. "Penting juga untuk meningkatkan persiapan pertempuran bersenjata dan kemampuan militer untuk melakukan misi," ujarnya.

Pernyataan Xi ini cukup menarik perhatian. Selain karena dirinya memang Komisi Militer Pusat China, langkah ini dilakukan saat hubungan China dan sejumlah negara, terutama AS, sedang panas.

China pun menaikkan anggaran militer hingga 6,6%. Anggaran akan ditetapkan sebesar 1.268 triliun (US$ 178 miliar atau sekitar Rp 2632 triliun) atau terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat (AS), yakni US$ 738 miliar.

Dari catatan AFP, dalam beberapa tahun terakhir, China memang menggenjot anggaran militer untuk memodernisasi PLA. Tujuannya menjadi kekuatan kelas dunia, yang menyaingi AS dan barat.

Sebelumnya di 2019, China meluncurkan dua kapal induk buatan sendiri. Selain itu China juga membuat rudal balistik antarbenua pertama, yang mampu mencapai AS.

China membuat pangkalan militer pertama di Djibouti, Afrika di 2017. Beijing juga membuat rudal penghancur untuk memperkuat militernya.

Sementara itu, seorang pejabat tinggi badan legislatif China mengatakan negaranya akan dengan tegas membela kepentingannya dari AS yang berupaya untuk menghalanginya.

"Jika AS bersikeras soal pemikiran Perang Dingin, dan melakukan strategi untuk mengendalikan China, merusak kepentingan inti China, hasilnya hanya dapat melukai dirinya sendiri dan negara lain," kata Zhang Yesui, Juru Bicara Komite Urusan Luar Negeri Kongres Rakyat Nasional (NPC).

"China tidak pernah memulai masalah dan tidak pernah takut ketika masalah datang. China akan dengan tegas mempertahankan kepentingan kedaulatan, keamanan dan pembangunannya. Artikel inis udah terbit di CNBC Indonesia