Nenek Super di Dunia Nyata, Sembuh dari Covid-19, Flu Spanyol dan Kanker

Angelina-Friedman-nenek-usia-102-tahun.jpg
(Twitter/@BdkHealth)

RIAU ONLINE, WASHINGTON-Kisah luar biasa datang dari New York, Amerika Serikat. Seorang wanita yang kini telah menginjak usia senja berhasil bertahan dari tiga penyakit mematikan, salah satunya virus corona yang kini mewabah di dunia. 

Nenek itu adalah Angelina Friedman, yang sekarang berusia 102 tahun. Ia berhasil sembuh dari kanker, pandemi flu spanyol, dan pandemi COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2.


Friedman dilahirkan di sebuah kapal yang membawa imigran Italia ke Amerika Serikat pada 1918. Sang Ibu meninggal saat melahirkannya. Friedman terpaksa dirawat oleh kedua kakak perempuannya, hingga sang ayah tiba di AS dan semuanya pindah ke Brooklyn, begitu kesaksian yang diungkap oleh Joanne Merola, putri Friedman.


“Ibuku adalah seorang penyintas,” ujar Merola kepada WPIX. “Dia selamat dari keguguran, pendarahan internal, dan kanker. Ibu dan ayah saya menderita kanker secara bersamaan. Ibuku selamat. Ayahku tidak.”

2020, dia divonis positif COVID-19 yang saat ini sudah menginfeksi lebih dari 3 juta orang dan menewaskan lebih dari 100 ribu jiwa. 

Friedman diketahui tinggal di sebuah panti jompo di Westchester County, kota yang cukup dekat dengan New York, wilayah yang kini menjadi episentrum wabah virus corona di AS. Ia pertama kali dibawa ke rumah sakit pada akhir Maret untuk tes virus corona. Hasil tes menunjukkan positif COVID-19.


Bagaimanapun, orang-orang dengan usia lanjut sangat rentan mengalami komplikasi dan gejala kronis saat terpapar virus corona, hal itu juga diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC).


Maka, tidak heran kalau kondisi yang dialami Friedman akan sangat mengkhawatirkan, karena sewaktu-waktu virus corona bisa saja merenggut nyawanya. Friedman lantas diisolasi di sebuah kamar rumah sakit. Setelah berminggu-minggu mengalami demam dan menjalani karantina, keajaiban terjadi. Friedman berangsur pulih dari sakitnya, hasil tes juga menunjukkan negatif COVID-19. 
Pasien virus corona

“Dia bukan manusia,” ujar Merola. “Dia memiliki DNA manusia super.” 

Friedman akhirnya bisa kembali ke panti jompo tempat dia tinggal. Apa yang menimpanya adalah sebuah keajaiban yang tidak dimiliki oleh semua orang. Maka, ia layak disebut sebagai manusia super, seperti apa yang dikatakan anaknya, Merola.


Menurut data John Hopkins University per Selasa (28/4), kasus virus corona di Amerika Serikat telah mencapai lebih dari 1 juta kasus, dengan lebih dari 57.000 orang dilaporkan meninggal dunia. New York menjadi satu-satunya wilayah yang paling parah diterjang pandemi virus corona, di mana negara bagian itu mencatat 295.000 ribu kasus, dengan kematian mencapai 22.000 jiwa.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com