Daftar 16 Negara yang Bebas dari Pandemi Covid-19 Menurut Catatan WHO

Pyongyang.jpg
(AFP)

RIAU ONLINE, JENEWA-Pandemi Corona ternyata tidak menululari seluruh negara di Dunia. Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  terdapat 16 negara yang belum melaporkan kasus Covid-19.

Negara-negara itu tersebar di kawasan Asia, Afrika, dan Pasifik. Dilaporkan laman Bernama, terdapat tiga negara di Asia yang hingga kini belum memiliki kasus Covid-19 yakni Turkmenistan, Tajikistan, dan Korea Utara (Korut) dan Yaman.

Di Afrika, negara yang belum melaporkan kasus Covid-19 antara lain Lesotho, Sudan Selatan, Sierra Leone, Burundi, dan Malawi. Sedangkan daftar negara di Pasifik adalah Tonga, Samoa, Vanuatu, Cook Islands (Keplauan Cook), Niue, dan Tuvalu.

WHO telah mengatakan wabah Covid-19 belum akan usai di kawasan Asia dan Pasifik. Negara-negara diminta mempersiapkan diri menghadapi penularan masyarakat berskala besar.

“Biar saya perjelas, epidemi ini masih jauh dari selesai di Asia dan Pasifik. Ini akan menjadi pertempuran jangka panjang dan kita tidak bisa mengecewakan penjaga kita,” kata Direktur Regional Pasifik Barat di WHO Takeshi Kasai pada Selasa 31 Maret 2020.

Menurut dia, dengan semua tindakan yang telah diambil risiko penularan di kawasan Asiadan Pasifik tidak akan hilang selama pandemi berlanjut. “Kami membutuhkan setiap negara untuk terus mempersiapkan transmisi komunitas skala besar,” ucapnya.

Kasai mengatakan negara-negara dengan sumber daya terbatas, seperti negara di Kepulauan Pasifik adalah prioritas. Sebab mereka harus mengirim sampel ke negara lain untuk diagnosis. Pembatasan transportasi membuat hal itu semakin sulit dilakukan.

Untuk negara-negara yang telah melihat pengurangan kasus, mereka tidak boleh lengah. Kasai memperingatkan bahwa virus mungkin datang kembali.

Berdasarkan data yang dihimpun John Hopkins University and Medicine (Coronavirus Resource Center), saat ini terdapat lebih dari 857 ribu kasus Covid-19 yang tersebar di 180 negara. Sementara korban meninggal telah melampaui 42 ribu jiwa.

Artikel ini sudah terbit di Republika