Lorenzo Gerah Disebut Main Mata Media Italia

Lorenzo.jpg
(INTERNET)

RIAUONLINE - Pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, gerah dengan pemberitaan media Italia yang menudingnya melakukan pertemuan khusus dengan Marc Marquez untuk menjegal laju Valentino Rossi dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2015.

 

Lorenzo kini menjadi favorit untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2015. Meski masih tertinggal tujuh poin dari Rossi, namun Lorenzo diuntungkan dengan sanksi yang didapat The Doctor saat tampil di GP Valencia, 8 November mendatang. (KLIK: Lorenzo dan Marquez Disebut Main Mata)

 

Media Italia, La Repubblica, mengklaim memang ada konspirasi yang dibuat Lorenzo dengan Marquez untuk menggagalkan Rossi dalam perebutan gelar juara dunia. Lorenzo dan Marquez diklaim telah melakukan pertemuan khusus sebelum MotoGP Aragon, 27 September lalu.

 

Gerah dengan pemberitaan La Repubblica, Lorenzo kemudian mengeluarkan pernyataan resmi melalui tim manajemennya. Lorenzo membantah telah ada pertemuan khusus dengan Marquez untuk membahas menjegal Rossi. (BACA: Messi Terpilih Sebagai Pemain Terbaik Dunia 2015)

 

"Kami secara resmi membantah semua yang dipublikasikan mengenai kemungkinan pertemuan antara Lorenzo dengan Marquez, tanpa dasar dipublikasikan oleh La Repubblica dan digunakan oleh media-media Italia lainnya," demikian pernyataan resmi pihak Lorenzo seperti dilansir Marca. Sebagaimana dikutip RIAUONLINE.CO.ID dari laman CNN Indonesia.

 

"Kami tidak ingin memberi pernyataan lebih lanjut, di mana saat ini situasinya tidak menyenangkan bagi Lorenzo. Kami hanya ingin mengungkapkan ketidaknyamanan kami terhadap rumor seperti ini, yang dipublikasikan tanpa adanya verifikasi." (LIHAT: Inilah Video Tendangan Rossi Bikin Jatuh Marquez)

 

Melalui pernyataan resmi ini pula, pihak Lorenzo membantah telah menemui race director MotoGP, Mike Webb, usai balapan di Sirkuit Sepang untuk membahas masalah insiden Rossi dengan Marquez.

 

Sebelumnya, Rossi menuding Marquez sengaja membantu Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia. The Doctor mengklaim juara dunia MotoGP 2013 dan 2014 itu dendam kepadanya setelah insiden di GP Argentina dan Belanda.