RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan China sepakat memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi, memperkuat sektor manufaktur, serta membentuk organisasi kerja sama internasional untuk kecerdasan buatan guna mendukung target pembangunan lebih ambisius.
Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi dalam pernyataan bersama Menlu RI Sugiono setelah Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-China di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat.
Wang Yi menyampaikan Indonesia dan China sepakat untuk mempertahankan otonomi strategis, saling mendukung kepentingan secara tegas, serta berkoordinasi terhadap pembangunan dan keamanan dengan lebih baik.
"Kerja sama antara China dan Indonesia akan memberikan jaminan yang kuat bagi modernisasi kedua negara. Kami telah memutuskan untuk meluncurkan Rencana Aksi Lima Tahun China-Indonesia yang akan dilaksanakan mulai 2027 hingga 2030," kata Wang Yi.
Dia menambahkan Rencana Aksi Lima Tahun Indonesia-China berperan penting dalam menghadapi situasi di Indonesia. Kedua negara juga berkomitmen untuk membangun kemitraan sumber daya energi hijau yang komprehensif, terbuka, dan sesuai kepentingan bersama.
Indonesia dan China pun memperkuat kerja sama energi dan mineral lewat pembentukan Forum Energi China-Indonesia untuk membantu Indonesia mengubah keunggulan sumber daya alam (SDA) menjadi pendorong industrialisasi guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Selain itu, kedua negara juga sepakat memperdalam kerja sama pangan dan teknologi pertanian, penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, serta memperluas kerja sama kesehatan, pendidikan, dan pertukaran generasi muda.
"Tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua negara, tetapi juga untuk menyediakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan baik bagi perusahaan-perusahaan China," tambahnya.
Terkait sektor maritim, dia mengatakan kedua pihak sepakat memulai kembali kerja sama perikanan dan mempercepat proses pembangunan bersama di laut, sembari mendorong penerapan Kode Etik (CoC) Laut China Selatan demi menciptakan narasi perdamaian dan kerja sama di kawasan tersebut.
"Kami akan mempercepat kerja sama kelautan, termasuk mendorong proses pengembangan bersama. Kami akan melaksanakan ketentuan terkait Laut China Selatan secara menyeluruh dan berupaya mewujudkan kesepakatan mengenai Laut China Selatan sesegera mungkin," ujar Wang Yi. (ANTARA)

