RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kabar baik bagi mahasiswa dan penghafal Al-Qur’an asal Kota Pekanbaru. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah mengumumkan hasil seleksi penerima beasiswa tahun 2026. Lebih dari seribu peserta dinyatakan lolos dan dijadwalkan menerima bantuan pada September mendatang.
Program beasiswa ini menjadi salah satu bentuk perhatian Pemko Pekanbaru terhadap pendidikan sekaligus dukungan bagi generasi muda, termasuk para penghafal Al-Qur’an, agar terus mengembangkan kemampuan dan prestasi.
Tahun ini, Pemko Pekanbaru mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa. Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari D3, S1, S2 hingga S3.
Selain mahasiswa, program beasiswa juga menyasar peserta kategori tahfidz dengan hafalan Al-Qur’an mulai dari 10 hingga 30 juz.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan hasil seleksi penerima beasiswa telah diumumkan. Meski demikian, Pemko Pekanbaru masih mengevaluasi sejumlah masukan terkait mekanisme dan indikator penilaian dalam proses seleksi.
"Untuk beasiswa sudah diumumkan, dan kami akan mengkoreksi masukan-masukan terkait penilaian IPK. Ada yang menyampaikan kepada kami, pak wali kalau berdasarkan IPK tentu akan berat. Boleh saja salah satunya nanti dimasukkan akreditasi kampus untuk penilaian," kata Agung, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurut Agung, sistem perangkingan penerima beasiswa ke depan dapat menggunakan lebih banyak indikator. Dengan demikian, penilaian tidak hanya bertumpu pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga mempertimbangkan akreditasi perguruan tinggi maupun aspek lain yang dapat menggambarkan kemampuan peserta.
Evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan program beasiswa pada tahun berikutnya. Pemko Pekanbaru bahkan berencana membuka proses pendaftaran beasiswa 2027 lebih awal.
"Untuk pendaftaran yang kita buka tahun ini kita memasukan kategori yang jadi salah satu penilaian, tidak hanya IPK tapi akreditasi dari kampus itu sendiri. Tahun depan (alokasi anggaran beasiswa) tetap Rp10 miliar yang akan kita berikan," jelasnya.
Keberlanjutan program tersebut menunjukkan komitmen Pemko Pekanbaru untuk menjaga dukungan terhadap sektor pendidikan. Dengan anggaran yang tetap dialokasikan sebesar Rp10 miliar pada tahun depan, peluang bagi mahasiswa dan tahfidz untuk mendapatkan bantuan pendidikan diharapkan semakin terbuka.
Agung berharap beasiswa tersebut dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan para penerima. Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa dan penghafal Al-Qur’an asal Pekanbaru untuk terus berprestasi dan membawa nama baik daerah.
"Harapannya tentu beasiswa ini bisa membantu meringankan biaya pendidikan dan menjadi motivasi bagi mahasiswa serta tahfidz untuk terus berprestasi," ujarnya.

