Pelatihan SPPI untuk Koperasi Merah Putih Dipangkas Jadi Dua Pekan

Pelatihan-SPPI-untuk-Koperasi-Merah-Putih-Dipangkas-Jadi-Dua-Pekan.jpg
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan saat memberi keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, 1 Junli 2026. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Waktu pelatihan kedisiplinan dan kepemimpinan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diperpendek.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan mengatakan, program yang semula dijadwalkan selama 45 hari, kini dipangkas menjadi hanya dua pekan.

"Tempat pembelajaran, tempat pendidikan tetap di 67 satdik (satuan pendidikan TNI) tersebut cuma waktunya saja yang berubah. Nah, itu adalah terkait dengan kami telah merevisi program tersebut," kata Donny, dikutip dari ANTARA, Rabu, 1 Juni 2026.

Donny menjelaskan, latihan dasar militer (latsarmil) ini semula diarahkan untuk komponen cadangan (komcad), sehingga Waktu pelaksanaannya lebih lama.



Dirinya juga menjelaskan bahwa usai pelatihan Bela Negara, peserta pun akan fokus pendidikan manajerial selama satu bulan. Nantinya, peserta akan dididik oleh Kementerian Koperasi dan juga Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sesuai dengan program koperasi desa maupun koperasi nelayan.

"Dari Kementerian Koperasi sudah menyiapkan modul-modulnya demikian juga yang dari KKP juga sudah menyiapkan modul-modul pembelajaran," kata Donny.

Dia menyampaikan bahwa hal itu merupakan hasil dari evaluasi yang dilakukan Kemhan terhadap program latsarmil karena ada lima peserta SPPI yang meninggal dunia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan program Koperasi Merah Putih itu memiliki niatan yang akan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan mikro dan makro ekonomi nasional.

Oleh karena itu, dia meminta program tersebut harus dijalankan secara baik agar tidak memiliki dampak yang buruk kepada citra pemerintah dan juga kepada niatan-niatan tulus yang didorong oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Kami sudah sangat memahami dan ini menjadi masukan yang luar biasa untuk menyempurnakan program yang amat mulia ini," kata Dave. (ANTARA)