RIAU ONLINE, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat untuk tidak melakukan gelar griya (open house) saat Hari Raya Idulfitri dengan cara yang mewah.
Hal ini disampaikan Prabowo di hadapan para menteri, kepala lembaga, dan jajaran Kabinet Merah Putih pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
"Saya kira harus memberi contoh, open house atau apa, jangan terlalu mewah-mewahan," kata Prabowo, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 14 Maret 2026.
Prabowo meminta para pembantunya untuk memberikan teladan kesederhanaan pada masyarakat dengan tidak berlebihan saat menggelar open house. Terlebih, di tengah kondisi bencana nasional dan krisis global yang sedang terjadi.
"Sudah lah kita di dalam bencana dan juga di suasana ini kita kasih contoh ke rakyat. Tapi kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara kita, karena kalau tidak ekonomi kita juga gak jalan nanti," ujarnya.
Prabowo tidak melarang kegiatan rutin tahunan tersebut untuk tetap menggerakkan roda perekonomian.
Meski demikian, Presiden mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menggambarkan kondisi ekonomi nasional seolah berada dalam keadaan buruk.
Menurutnya, berbagai indikator menunjukkan ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang kuat.
Dalam arahannya Presiden Prabowo menyampaikan ucapan kepada masyarakat yang akan melaksanakan tradisi mudik. Ia berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan tetap menjaga keselamatan selama berada di kampung halaman.
"Untuk mereka yang ingin mudik nanti, saya ucapkan sebelumnya, selamat mudik dan jaga diri masing-masing di rumah," ujarnya.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo kembali mengajak seluruh jajaran kabinet untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, sekaligus memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga menjelang perayaan Idulfitri. (ANTARA)

