Wamendag Ingatkan Pentingnya Swasembada di Tengah Kondisi Geopolitik Saat Ini

Buruh-Angkut-Beras-Bulog.jpg
ILUSTRASI (INTERNET)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti ingatkan pentingnya kemandirian atau swasembada di tengah konflik dan geopolitik dunia yang tengah memanas.

Roro mengatakan, swasembada atau kemandirian ini peril dilakukan di berbagai bidang, termasuk bidang pangan.

"We have to be self-sufficient (kita harus mandiri) agar kita bisa survive dalam kondisi apapun," kata Roro, dikutip dari ANTARA, Rabu, 4 Maret 2026.

Roro mengatakan Indonesia prihatin dengan eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin intens.

Salah satunya, Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang terjadi belakangan ini, yang berdampak pada negara-negara di kawasan Asia Barat seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab.

Roro juga mengaku optimistis Indonesia dapat menghadapi situasi ini dengan baik, mengingat Indonesia selalu mengedepankan politik bebas-aktif.


"Kita selalu mengedepankan politik bebas aktif. Jadi kita bebas aktif, dan kita berupaya untuk berteman dengan semuanya, dengan seluruh negara," tutur Roro.

Menurutnya, upaya pertahanan pangan nasional saat ini berjalan beriringan dengan langkah perluasan pasar ekspor produk-produk Indonesia yang masih berjalan.

Salah satunya adalah ekspor 2.280 ton beras untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Roro mengatakan langkah ini sekaligus merupakan momentum penting untuk membuka pasar baru.

"Kita berupaya untuk bisa memasok beras-beras lokal kita. Harapannya tidak hanya untuk persiapan jamaah haji, tapi di samping itu juga memudahkan bisa dikenal di pasar Arab Saudi itu sendiri. Ini menjadi momentum juga," ujarnya.

Beras yang dikirim ini pun merupakan hasil pengadaan gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi, dengan kadar air terjaga, tingkat pecahan maksimal 5 persen, telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal.

Ekspor itu juga telah memperoleh dukungan penuh dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang mewajibkan seluruh dapur penyedia konsumsi jamaah haji Indonesia di Makkah dan Madinah menggunakan Beras Bulog Befood Nusantara untuk musim haji 2026.

Lebih lanjut, Roro mengatakan tujuan utama ekspor beras ke Arab Saudi salah satunya untuk jamaah haji Indonesia. Ia melanjutkan jamaah haji Indonesia lebih menyukai jenis nasi yang familiar.

"adi kita ekspor ke Arab Saudi, khusus jamaah haji kita. Jadi ternyata jamaah haji kita itu memang lidahnya sukanya beras Indonesia, jadi taste-nya taste local," pungkasnya. (ANTARA)