Sumbar Dilanda Karhutla, Lembah Harau Ikut Terdampak

Sumbar-Dilanda-Karhutla-Lembah-Harau-Ikut-Terdampak.jpg
Petugas tengah berusaha memadamkan karhutla di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu, 23 Juli 2025. (BPBD Kota Lima Puluh via Kumparan)

RIAU ONLINE - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) juga terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar) pada Rabu, 23 Juli 2025. 

Kepala Pelaksana BPBD Lima Puluh Kota, Rahmadinol mengatakan, salah satu tempat yang dilanda kebakaran adalah Lembah Harau yang disebabkan oleh pembersihan lahan dengan cara dibakar.

"Seperti kejadian yang di harau itu memang melakukan pembakaran, pembersihan lahan," kata Rahmadinol, dikutip dari KUMPARAN.

Rahmadinol menjelaskan, ini adalah imbas masifnya pembangunan objek wisata di Harau. 

"Besarnya perkembangan pembangunan di Harau, objek wisata di Harau itu banyak lahan, para investor membuka lahan dan yang membakar itu sebetulnya tidak paham," ujarnya.


Rahmadinol menambahkan, saat ini pihak penyidik juga telah mengidentifikasi pelaku pembakaran di wilayah tersebut.

"Nah, jadi sebelumnya untuk kebakaran kebakaran awal 10 hari yang lalu sudah didapat info siapa yang melakukan, sudah didapat dari penyidik," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak 17 Juli hingga 30 Juli 2025 setelah keluarnya SK Bupati bernomor 300.2.3/156/BUP-LK/VII/2025. BPBD Lima Puluh Kota juga telah mengirim surat meminta hujan buatan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ke BMKG juga telah dilayangkan.

"Karhutla masih terjadi sampai saat ini. Semakin meluas, diperkirakan sudah mencapai 100 hektare lebih, dan kami sudah menetapkan status tanggap darurat," ungkap Rahmadinol.

Rahmadinol menambahkan, sebaran api di 10 kecamatan di antaranya di Harau, Lareh Sago Halaban, Situjuah Limo Nagari, Akabiluru, Luak, Suliki, Pangkalan Koto Baru, Bukik Barisan, Mungka dan Guguak.

"Ada 16 nagari (desa) yang terdampak. Kebakaran hutan terjadi akibat musim kemarau dalam tiga bulan terakhir," kata dia.

Rahmadinol menyebutkan dengan telah ditetapkan tanggap darurat, penanganan Karhutla bisa dilakukan secara tepat, cepat dan terpadu. Ini sekaligus mengantisipasi dampak bencana alam lebih luas.

"Sehingga perlu penanganan kondisi saat ini. Tim kami masih terus melakukan upaya pemadaman di lapangan," imbuhnya.