Harga Bahan Bakar Khusus Naik, Hipmi Pekanbaru: Akan Ada Efek Domino

Premium-dan-Pertalite-Langka.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)


RIAUONLINE, PEKANBARU - Beberapa waktu lalu, PT Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Bright Gas.

Untuk wilayah Riau, terdapat penyesuaian harga produk Pertamax (RON 98) dari Rp15.100 menjadi Rp16.900. Pertamina Dex (CN 53) dari Rp14.300 menjadi Rp17.200. Dexlite (CN 51) dari Rp13.550 menjadi Rp15.700 per liter. Sementara untuk LPG non subsidi (bright gas) disesuaikan sekitar Rp2 ribu per kg.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Pekanbaru, Rizky Bagus Oka, mengatakan kenaikan harga gas non subsidi, diperkirakan akan memberikan efek domino di bidang bisnis dan ekonomi.

"Pastinya akan berpengaruh, apalagi yang pakai gas nggak hanya FnB. Kemungkinan akan ada efek domino, seperti kenaikan harga hampir di semua usaha," ungkapnya, Jumat 22 Juli 2022.

Sementara menyinggung soal kemungkinan pelaku usaha akan beralih ke tabung gas 3 kg, Oka menegaskan kemungkinan itu cukup kecil. Sebab pelaku usaha memerlukan stok gas besar seperti pada tabung gas 5,5 kg dan 12 kg.

 

 

"Salah satu solusinya dari pengusaha ya dengan menaikkan harga. Selain dari gas, kenaikan BBM juga akan sangat berpengaruh pada distribusi bahan baku, dan akan sangat terasa bagi UMKM," tuturnya.

Kendati demikian, Oka berharap, harga-harga bisa kembali stabil, baik BBM, bahan baku, dan lain-lainnya. Sebab Oka mengkhawatirkan ada mafia dibalik kenaikan harga seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

"Kami harapkan pemerintah bisa mengontrol, jangan sampai ada mafia seperti minyak goreng kemarin, jangan sampai ada mafia gas," pungkasnya.

Efek domino merupakan suatu reaksi berantai, di mana terjadinya suatu peristiwa yang akan menyebabkan peristiwa lain ikut terjadi.