Antisipasi Rusuh, Penyelenggara Bazar Nike Terapkan Aturan ini!

Pemburu-diskon-Nike.jpg
(CNN Indonesia)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Pemburu diskon di bazar Nike berdesak-desakan hingga menyebabkan pintu masuk toko di Grand Indonesia jebol. Kekacauan ini sangat disayangnya berbagai pihak. Untuk mengantisipasi kerusuhan terulang, pihak penyelenggara menerapkan aturan baru.

Salah satu staf operasional bazaar, Chims mengatakan, antisipasi dilakukan dengan memberlakukan sistem buka tutup antrean. Selain itu juga menerapkan sistem cap untuk pengunjung mulai hari ini, Rabu 23 Agustus 2017.

Baca juga!

Demi Sepatu Nike, Pengunjung Rela Desak-Desakan Hingga Menjebol Pintu

Gara-Gara Kritik LGBT, Nike Putus Kontrak Dengan Manny Pacquiao

"Hari pertama berjalan normal, kemudian hari kedua ada dorong-dorongan gitu. Baru hari ketiga ada sistem stempel," katanya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Selain itu mereka juga melakukan serangkaian antisipasi dengan memperpanjang dan melancarkan alur antrean.

Dari pantauan di lapangan, ratusan orang rela mengantre di area parkir mobil lantai 5 di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat ini. Di area parkir ini, mereka mengantre demi mendapat stempel agar dapat mengakses bazaar Nike.

"Hari ini kita sudah berlakukan sistem antrean yang lebih kondusif, jadi (antrean) dimulai dari parkiran jadi orang tidak dorong-dorongan," kata Public Relation Grand Indonesia, Dinia.

Jam operasional pun juga diatur. Meskipun mal tutup jam 22.00 WIB, namun jam buka area bazaar kemungkinan hanya sampai pukul 21.00.

"Ini untuk antisipasi sih, takutnya di dalam masih banyak pengunjung, makanya cuma sampai jam 21.00," ucapnya.

Sejumlah petugas keamanan mal disiagakan untuk menjaga ketertiban antrean. Terkait pengamanan, public relation Grand Indonesia, Dinia mengungkapkan bahwa petugas keamanan di bazaar ini merupakan gabungan dari petugas keamanan pihak penyelenggara dan juga mal.

Salah satu staf keamanan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, antrean sudah ada sejak pukul 06.00 WIB.

Salah satu pengunjung bazaar, Christian Okta mengatakan, dirinya sudah antre sejak pukul 09.00 WIB. Ia rela mengantre demi mendapat sepatu berlabel prestisius dengan harga ‘merakyat’.

"Lagi cari sepatu buat kuliah. Minat sih sama merek lain, tapi ini mumpung diskon sampai 90 persen. Ya mahasiswa, cari yang murah," ujar mahasiswa yang berdomisili di Cipete, Jakarta Selatan ini.

Sementara itu, Andike mengaku kaget saat mengetahui dirinya harus mengantre untuk mendapat cap. Sebenarnya ia kemarin sudah bertandang ke mal demi bazaar, tapi apa daya, antrean yang membludak membuat ia harus mengurungkan niat.

"Penasaran, harga Rp2 juta-an jadi Rp800 ribu. Kapan lagi dapat sepatu murah. Diskonnya sampai 90 persen, tapi buat yang pakai kartu kredit," katanya.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline