Kunker di Tengah Defisit, Ini Deretan Nama Dewan yang Diusulkan ke Bali

DPRD-Kabupaten-Siak.jpg
DPRD Kabupaten Siak (Hendra Dedafta/Riau Online)

RIAU ONLINE, SIAK – Di tengah kondisi keuangan daerah yang dikabarkan sedang mengalami efisiensi, DPRD Kabupaten Siak justru menyita perhatian publik. Sebanyak 40 orang pimpinan dan anggota dewan diusulkan mengikuti kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Bali. Siak, Rabu 6 Agustus 2025.

Perjalanan dinas tersebut ditujukan ke Dinas Pariwisata serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, Provinsi Bali. 

Agenda ini tertuang dalam Surat Perintah Tugas (SPT) Nomor 20/SPT/DPRD/PEN-KETUA/2025/44, yang diteken Ketua DPRD Kabupaten Siak pada 24 Juli 2025.

Kunker ini didasarkan pada Nota Dinas Penugasan Ketua DPRD dan tercantum dalam DPA Sekretariat DPRD Kabupaten Siak tahun anggaran 2025, dalam kegiatan layanan administrasi DPRD, sub-kegiatan fasilitasi rapat koordinasi dan konsultasi DPRD.

Tujuannya, menurut dokumen resmi, adalah untuk melakukan studi komparatif terkait pengembangan sektor pariwisata dan pengelolaan lingkungan hidup.

Namun, agenda ini justru menimbulkan pertanyaan besar dari publik. Kegiatan yang berlangsung secara tertutup, tanpa pengumuman resmi kepada masyarakat, baru terkuak setelah sejumlah foto anggota DPRD Siak beredar di media sosial. Dalam gambar tersebut, para anggota dewan tampak berpose di tengah hutan tropis dan latar patung khas Pulau Dewata.

Bahkan, beredar informasi di internal DPRD Siak bahwa yang berangkat kunker dilarang memposting foto di media sosial. 

Kondisi ini dinilai kontras dengan realitas di lapangan. Masyarakat tengah menghadapi tantangan pelayanan publik, sementara wakil rakyat justru melakukan perjalanan ke salah satu destinasi wisata paling terkenal di Indonesia.

Deretan Nama Dewan yang Diusulkan Berangkat ke Bali:

  1. Indra Gunawan, SE

  2. H. Syarif, S.Ag

  3. Laiskar Jaya

  4. Ternando Simangunsong, SH

  5. Zulkifli, S.Sos, M.Si

  6. H. Tarmijan, SM

  7. Soma Imam Nuryadi, SE

  8. Sujarwo, SM

  9. Jondris Pakpahan, SH

  10. Hasril

  11. H. Sunarto

  12. Ngatmin


  13. H. Ridha Alwis Effendi, A.Md

  14. Salman Alfarisi, S.Sos, M.Si

  15. H. Budi Yuwono, S.KM, M.Kes

  16. Retno Guntoro, SE, MM, SH

  17. Ridho Rizqi

  18. Nia Sari Sihotang, SH

  19. Alfitra, SH, M.Si

  20. Sabar D.H. Sinaga

  21. Umbarno

  22. Ilifrizal, SAP

  23. Dermanto Situmorang, SH

  24. M. Janhan Ali

  25. Sudarman, S.Sos

  26. H. Kusman Jaya

  27. Muslim, A.Md

  28.  H. Tengku Muhammad, S.IP

  29. H. Musar, SH

  30. Jakop Mulia Manurung, SH

  31. Edison Roganda Manalu, S.Pi

  32. Haposan Sinaga

  33. Jonfaber B. Pangaribuan, SH

  34. Marudut Pakpahan

  35. Oloan Munthe

  36. Rakip

  37. Delvi Suseno, SH

  38. Dona Sri Utami, A.Md

  39. Robi Cahyadi, SH

  40. Paramanda Pakpahan, SH

Saat di konfirmasi, Sekretaris Dewan (Sekwan) Setya Hendro Wardhana memilih bungkam. Begitu juga Ketua DPRD Indra Gunawan, yang tidak merespons pesan konfirmasi dari media, meskipun sudah dikirimkan berulang kali.

Berbeda dengan dua pimpinan lainnya, Wakil Ketua I DPRD Siak, H. Syarif dari Partai Amanat Nasional (PAN), saat dikonfirmasi justru menyatakan bahwa dirinya tidak ikut serta dalam kunjungan tersebut.

“Itu studi tiru wisata, karena Bali merupakan destinasi pariwisata yang maju. Tapi saya sendiri tidak ikut karena ada keperluan lain,” ujar Syarif singkat.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Siak, Laiskar Jaya, memberikan penjelasan kepada RIAUONLINE bahwa kunjungan tersebut bukanlah kegiatan wisata semata.

“Fokus kunjungan adalah pengelolaan pariwisata dan penanganan persampahan. Dua isu strategis yang penting untuk dikembangkan di Siak,” ujarnya. Senin, 4 Agustus 2025.

Menurutnya, DPRD bertemu langsung dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Kabupaten Badung.

“Kami belajar bagaimana mereka meningkatkan kualitas SDM, mendorong PAD, serta memperkuat kawasan strategis wisata. Termasuk juga Taman Wisata Sangeh yang mirip dengan Hutan Kota Arwinas di Siak,” jelas Laiskar.

Terkait berapa anggota dewan yang ikut serta dan berapa besar anggaran yang dihabiskan, Laiskar enggan menjelaskan.

“Saya tidak tahu pasti soal itu, silakan tanya ke Sekwan,” pungkasnya.

Studi tiru dewan di masa defisit kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Namun belum ada yang memberikan keterangan resmi berapa jumlah dewan yang berangkat kunker dan besaran biaya yang dihabiskan.