Buku Bonita Hikayat Sang Raja Haidir Tanjung Diluncurkan

bonitaa.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Buku Bonita: Hikayat Sang Raja, karya seorang wartawan senior Riau, Almarhum Haidir Anwar Tanjung resmi diluncurkan hari ini, Jumat 27 November 2020.

Bertempat di Kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Gedung Manggala Wanabakti Jakarta Pusat, karya terakhir almarhum diluncurkan diwakili oleh keluarganya.

Peluncuran ini dihadiri sejumlah pejabat Riau di antaranya Gubernur Riau, Kapolda Riau dan Komandan Korem 031 Wirabima serta tidak kurang dari 600 orang yang menyaksikan via teleconference di aplikasi Zoom.

Dalam sambutannya ,Gubernur Syamsuar menyebut buku Bonita sebagai karya almarhum yang dikerjakan dengan penuh dedikasi terhadap kerja-kerja pelestarian alam dan lingkungan.

Hal senada disampaikan Kapolda Riau, Agung Setya bahwa Bonita adalah realitas interaksi harimau sumatera dan manusia di Riau.

Dibedah oleh Editor dan sang sahabat Karib, Syahnan Rangkuti, buku Bonita disebut mampu membolak balik perasaan pembaca.

"Buku ini kadang membacanya membuat sedih, haru, kesal, kadang lucu. Sangat membolak-balik perasaan pembaca. Bahkan ia dapat membingkai hal-hal di luar nalar tentang bagaiman harimau dapat berkomunikasi dengan manusia," ujar Syahnan.

Buku Bonita: Hikayat Sang Raja ini menceritakan tentang konflik yang terjadi antara manusia dan harimau Sumatera. Lewat buku ini Haidir berusaha memperlihatkan realitas yang lebih luas tentang apa yang sebenarnya sehingga hal tersebut dapat terjadi.

Disebutkan sang istri, Elis almarhum menulis buku ini dengan penuh dedikasi bahkan tak jarang hingga larut malam.

Elis menyebut almarhum ingin agar melalui buku ini tidak ada lagi konflik antara manusia dan hewan liar.

"Almarhum pernah bercerita kenapa sampai harimau melukai dan membunuh manusia adalah karena rumahnya, hutannya dirusak. Dia tidak ingin itu terjadi lagi" urai Elis.