Jadi Penyebab Jalan Rusak, Ratusan Unit Truk Terjaring Razia

truk-odol.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Petugas dari Dinas Perhubungan Provinsi Riau berhasil merazia ratusan unit truk Over Dimension dan Over Loading (Odol). Truk tonase yang memiliki ukuran dan berat tidak sesuai ketentuan ini disinyalir menjadi biang kerusakan jalan di Riau.

Sebab truk ini memiliki berat dan besar yang tidak sesuai dengan kelas jalan. Akibatnya jalan menjadi cepat rusak saat dilintasi truk Odol tersebut.

Sebanyan 101 unit truk Odol tersebut terjaring razia yang dilakukan petugas gabungan mulai tanggal 3 hingga 12 maret 2020 kemarin. Ratusan truk yang terjaring razia karena melanggar aturan tersebut langsung ditilang dan diproses hukum.

"Razia ini kita lakukan untuk mengurangi kerusakan jalan provinsi dan nasional, yang diakibatkan oleh truk odol. Penertiban ini sudah sesuai dengan instruksi pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan RI," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Taufiq OH, Jumat 13 Maret 2020.

Taufiq menjelaskan, ratusan truk Odol tersebut terjaring razia dari sejumlah titik. Pertama di Jalan Lintas Utara (daerah Muara Fajar), tanggal 3-5 Maret terjaring 51 truk. Kemudian di Jalan Lintas Timur (Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar) tanggal 10-12 Mare terjaring 50 truk.

"Jadi total seluruhnya sebanyak 101 unit truk Odol yang terjaring razia," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau, Syamsuar meminta kepada dinas dan instasi terkait untuk menindak tegas para pemilik truk Odol. Sebab anggaran untuk memperbaiki jalan rusak akibat truk odol terlalu besar.

"Anggaran kita setiap tahunnya berkurang. Jangan sampai gara-gara truk odol jalan di Riau banyak rusak. Percuma saja jika diperbaiki terus, lalu rusak lagi," kata Syamsuar. (*)