Banjir di Kecamatan Bantan, Warga Diminta Awasi Anak-Anak Main Air

banjir-rob.jpg
(istimewa)

Laporan: ANDRIAS

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Empat jam diguyur hujan, sejumlah desa di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dilanda banjir. Banjir rob langganan ini terjadi tiap tahun diiringi dengan meluapnya air pasang laut.

Pantauan RIAUONLINE.CO.ID, luapan air laut membanjiri sejumlah rumah di Desa Berancah, Kecamatan Bantan terjadi, Minggu, 15 Desember 2019 pagi tadi.

Sebagaian warga terlihat menguras air yang hampir masuk ke rumah mereka. Namun, bagi anak-anak sekitar memiliki cara lain dengan adanya banjir rob tersebut.

Mereka memanfaatkan waktu libur sekolah ini bermain banjir dengan teman sebayanya.

"Kebetulan hari ini (Minggu) dan lagi libur sekolah, dari pada main keluar kami milih main di depan rumah aja," kata Windi, murid kelas VI SD lagi asyik bermain air dengan teman sebayanya.

Dia mengaku bermain hingga mandi di banjir bersama teman sebayanya hanya mengisi waktu libur.

"Sudah bilang kok sama mamak, dan boleh kami main bajir hanya di depan rumah saja," kata Windi dengan nada polosnya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bengkalis, Darwissam membenarkan banjir terjadi di sebagian wilayah Kecamayan Bantan dikarenakan air laut yang pasang, sedangkan di sebagai desa tersebut merupakan daratan lebih rendah.

Menyikapi anak-anak yang memiliki cara menghadipi banjir dengan bermain, Menurut Darwissam merupakan kecerian anak-anak. Namun, ia mengimbau agar orang tua tetap melakukan pemantauan terhadap anaknya.

"Orang tua diingatkan agar memantau anak-anaknya yang sedang bermain di banjir karena air rob tersebut sangat deras. Apalagi, tentunya melindungi anak anak dari hewan yang bisa membahayakan," kata Darwissam, mengakui langsung memantau lokasi yang tergenang banjir.

Idealnya tambah Darwissam, anak-anak yang lagi asyik bermain tersebut setelah selesai langsung dibilas dengan air bersih.

"Selesai melepaskan cerianya anak-anak dimandikan dengan air bersih guna mencegah penyakit yang dikhawatirkan bersumber dari air banjir tersebut," saran Darwissam mengakhiri.