Pintu Air PLTA Koto Panjang Dibuka, Desa Buluh Cina Mulai Terendam Banjir

buluh-cina-banjir.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Dibukanya pintu air (Spillway gate) PLTA Koto Panjang mulai berdampak pada masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai kampar, salah satunya desa Buluh Cina, di kecamatan Siak Hulu, Kampar.

Desa wisata ini memang menjadi langganan banjir setiap tahunnya, apalagi jika PLTA membuka pintu airnya ditambah dengan curah hujan yang cukup tinggi.

Kepala Desa Buluh Cina terpilih Azrianto, mengatakan hingga hari ini puluhan rumah sudah terendam air sungai yang meluap, rumah yang terendam merupakan rumah di pinggir sungai.

Memang diakui Azrianto, banjir belum terlalu menganggu aktivitas warga karena masih merendam puluhan. Namun, ia khawatir banjir akan meluap hingga merendam rumah seperti beberapa bulan yang lalu.

"Sekarang belum terlalu menganggu, tapi kan masyarakat agak kesulitan beraktivitas karena kakinya terendam. Misalnya, orang jual lontong pagi agak susah dapat pembeli," katanya, Kamis, 12 Desember 2019.

Banjir ini, ujarnya, sudah berlangsung selama dua hari dan setiap waktunya air selalu naik karena peningkatan elevansi air di hulunya dan ditambah lagi dengan hujan yang turun cukup deras.

Untuk itu, Azrianto menghimbau agar warga mulai meningkatkan kewaspadaannya terutama dalam mengawasi hewan-hewan ternaknya dan keramba-keramba mereka yang berada di pinggir sungai.

Azrianto berharap, pemerintah baik Pemkab maupun Pemprov bisa meninjau langsung ke desanya agar bisa mendengar apa yang dikeluhkan oleh masyarakat sehingga bisa tahu apa yang dibutuhkan masyarakat.