Bowo Banjir Permintaan Kostum dari Cosplayer Kalimantan dan Sulawesi

Bowo3.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Saat ini seni cosplay (permainan kostum) sudah bisa menjadi sumber pendapatan. Di media sosial sudah banyak ditemui orang yang menjual jasa pembuatan kostum dan juga cosplayer bisa menjadi model serta menerima sponsor promosi produk. 

 

“Kalau suka perform bisa jadi cosplayer performance, kalau suka buat kostumnya bisa jadi costum maker (pembuat kostum) kayak aku dan tim  juga melakukannya karena saat ini sudah banyak ajang internasional yang bisa diikuti,” kata Bowo, costum maker Tsukiyo Workshop.

 

Mulanya Bowo membuat kostum hanya untuk pribadi. Namun, peminat cosplay cukup luas sehingga pada tahun 2014 ia mulai menerima pesanan kostum.

 

 

 

Ia memilih nama Tsukiyo yang bermakna dan matahari sehingga ia berharap produk yang ia buat bersama timnya bisa selalu memukau dan bersinar serta menjadi nomor 1 untuk kebutuhan pelanggan. 

 

“Pesanan pertama saya berasal dari Dumai saat itu,” ucapnya. 

 

Sejak tahun 2014 Bowo aktif menjual karyanya kepada peminat cosplay.

 

“Pemesanan banyak dari Kalimantan, Sulawesi dan berbagai kota lainnya,” ujarnya.

 

Bowo dan tim lebih fokus dalam pembuatan kostum tokoh action atau laga.

 

“Contohnya kayak Power Ranger dan semacamnya,” ujarnya.

 

Alasannya adalah pasar peminat kostum dengan jenis tersebut lebih luas mecakup pasar internasional. 

 

Awal promosi Bowo membagikan hasil karyanya di media sosial Facebook.

 

“Ada grup khusus yang suka cosplay, terus aku bagiin foto-foto hasil karya yang aku buat,” ucapnya.

 

Peminat cosplay yang sangat banyak membuat Bowo dan timnya kebanjiran pemesanan meski hanya melalui sosial media.

 

Bowo menemukan timnya yang saat ini bekerjasama sejak tahun 2014. Berawal hanya 1 orang teman dekat yang juga orang Pekanbaru tetapi kuliah di Malaysia mengerjakan project bersama saat libur semester. 

 

Rekan Bowo tersebut juga menyukai cosplay dan berlaku sebagai cosplayer untuk tampil dalam ajang perlobaan. 

 

“Aku bisa bikin kostum tapi gak bisa perform, tapi teman aku bisa perform jadi merasa cocok untuk klaborasi,” katanya. 

 

Hingga saat ini melalui relasi ia sudah memiliki 9 orang dalam timnya. Bowo percaya bahwa untuk bisa berkembang ia juga membutuhkan orang lain yang juga berbakat di bidangnya.

 

“Kita kuat karena bareng-bareng,” tegasnya.

 

Setiap orang memiliki bidang ahli masing-masing. 

 

 

“Ada bagian armor, kostum, make up, wig, koreografi, aksesoris dan sebagainya, jadi masing-masing orang di tim aku punya talentnya masing-masing,” ucapnya.