Janji Salurkan 60.625 Sembako Cuma Wacana, Dugaan Kebocoran Rp 2,3 Miliar

Ida-Yulita-Susanti2.jpg
(Riau Online)
RIAU ONLINE, PEKANBARU -Janji Pemko Pekanbaru yang ingin menyalurkan paket sembako sebanyak 60.625 belum terealisasi. Saat PSBB tahap ketiga, ternyata baru disalurkan sebanyak 1300an paket saja.
 
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru, Ida Yulita Susanti mengungkapkan, hasil Sidak pihaknya ke gudang Bulog didapati bahwa paket tersebut belum disalurkan semuanya, meski PSBB tahap ketiga sudah selesai.
 
"Bantuan tahap kedua yang katanya 60.625 paket, ternyata baru 1300 paket, ternyata cerita 60 ribu itu belum cerita berwujud. Masih wacana saja," kata Politisi Golkar ini, Jumat, 29 Mei 2020.
 
Barang ini, sambungnya, masih tertumpuk di Gudang Bulog dan belum dibayar oleh Pemko Pekanbaru. Sehingga, belum ada kepastian kapan bantuan ini akan disalurkan lagi ke masyarakat.
 
Tak hanya itu, paket Sembako yang pada tahap awal bernilai Rp 248 ribu, pada tahap kedua hanya ditaksir senilai Rp 170 ribu saja. Padahal isi dari paket sembakonya tak jauh berbeda.
 
"Nilai tawar yang kedua ini Rp 170 ribu dengan barang yang sama, kenapa berbeda harganya? Apa yang membedakan? Kok bisa tahap pertama Rp 248 ribu, tahap kedua Rp 170 ribu? Ini harus dijelaskan, ini uang rakyat, harus ada transparansi," tambah Ida.
 
Sementara itu, anggota DPRD Pekanbaru lainnya, Roni Pasla mengungkapkan ada indikasi kebocoran anggaran dalam realisasi pembagian sembako ini, dimana ia menghitung ada sekitar Rp 2,3 M kebocoran.
 
Dijelaskan Roni, Pemko Pekanbaru sejauh ini sudah membagikan sembako dua tahap, yang pertama 45.625 paket dan tahap kedua 60.625 paket.
 
45.625 paket ini dipaketkan oleh PT Sarana Pangan Madani (SPM) sebanyak 15.625 paket dan 30.000 paket oleh Bulog. Sedangkan, angka 60.625 adalah bantuan tahap kedua kepada 45.625 penerima tahap pertama ditambah 15.000 KK yang datanya tercecer.
 
Bantuan 30.000 KK diawal tadi, berisi beras 5 Kg, mie instans 1 dus, sarden 6 kaleng dan minyak goreng 2 liter dan gula. Harga perpaketnya ditaksir Rp 248.068, sudah termasuk pajak.
 
Kemudian untuk tahap kedua yang 60.625 ini berisi paket yang sama namun hanya berbeda di sarden saja. Dimana, sarden diganti dengan dua kaleng ukuran lebih besar.
 
"Hanya sarden saja yang ukurannya lebih besar pada paket baru ini, jumlahnya 2 kaleng dari yang semula 6 kaleng kecil, kalau yang lainnya sama saja. Tapi harganya menjadi Rp 170 ribu," rincinya.