Visi Riau 2020, Dewan: Harus Sesuai Anggaran

ILUSTRASI-ANGGARAN.jpg
(KEMENDAGRI.GO.ID)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Visi Riau 2020 sebagai Pusat Perekonomian dan Kebudayaan Melayu dalam lingkungan masyarakat yang agamis, sejahtera lahir dan batin di Asia Tenggara Tahun 2020 tampaknya tidak akan tercapai.

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi V Husaimi Hamidi. Menurutnya, apabila Riau memang serius untuk mencapai Visi 2020, maka Riau harus menyesuaikan dengan anggaran.

"Visi Riau 2020 ini saya sering wanti-wanti di Banggar, visi harus sesuai dengan anggaran," ungkap Politisi PPP ini, Selasa, 31 Juli 2018.

Dicontohkan Husaimi, apabila Riau ingin menciptakan lingkungan masyarakat yang agamis, maka Pemerintah harus mendukung juga sarana dan prasaran rumah ibadah.

"Mau menciptakan masyarakat yang agamis, berapa anggaran di sana? ngurus masjid saja susah, harus ada sekitar 23 syarat yang sangat sulit dipenuhi masyarakat di perkampungan oleh Peraturan Gubernur (Pergub)," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Husaimi, ia menilai Pemerintah hanya membantu masjid yang pernah dikunjungi oleh Gubernur Riau saja, sedangkan masjid yang lain tidak dibantu.

"Sekarang saya tanya, masjid yang didatangi Gubernur bagus atau tidak?" tanyanya.

Begitu juga dengan sektor budaya dan pariwisata, dimana Politisi asal Rohil ini mengatakan tidak ada anggaran khusus untuk menunjang program Pemprov dalam mencapai visi misi 2020.

"Dinas budaya dan pariwisata juga, disana tidak ada pengadaan, hanya event dan kegiatan saja," katanya