RIAU ONLINE, PEKANBARU - Masyarakat Riau harus kembali merogoh kocek lebih dalam untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp17.000 per liter mulai Rabu, 10 Juni 2026.
Kenaikan ini terbilang cukup drastis. Sebelumnya, Pertamax dijual dengan harga Rp12.900 per liter. Terjadi lonjakan sebesar Rp4.100 per liter atau lebih dari 30 persen dari harga sebelumnya.
Penyesuaian harga tersebut berlaku di seluruh wilayah Provinsi Riau dan merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan Pertamina bersama pemerintah sebagai regulator.
Kebijakan ini mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia serta harga pasar keekonomian BBM.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi dilakukan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan melalui mekanisme evaluasi yang telah ditetapkan pemerintah.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangan resminya.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis, kualitas layanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi serta distribusi BBM berkualitas agar tetap berjalan optimal bagi masyarakat," jelasnya.
Meski harga mengalami kenaikan, Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM nonsubsidi tetap aman di seluruh jaringan SPBU. Masyarakat juga diminta untuk mengakses informasi resmi terkait harga BBM melalui kanal Pertamina maupun aplikasi MyPertamina.
"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina," tambah Roberth.
Selain Pertamax, sejumlah produk BBM nonsubsidi lainnya juga berada pada level harga yang cukup tinggi.
Pertamax Turbo kini dibanderol Rp21.650 per liter, Dexlite Rp24.000 per liter, dan Pertamina Dex mencapai Rp25.900 per liter.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga Pertamax ini diperkirakan akan menjadi perhatian masyarakat, terutama para pengguna kendaraan pribadi yang selama ini mengandalkan BBM dengan oktan 92 tersebut sebagai bahan bakar utama kendaraan mereka.

