Ejekan Bisa Jadi Luka, Mahasiswa KKN UIN Suska Ajak Anak-anak Rohul Lawan Bullying

Mahasiswa-KKN-UIN-Suska-di-Rohul.jpg
Mahasiswa KKN UIN Suska edukasi siswa di Rohul terkait bullying (Istimewa)

RIAU ONLINE, ROHUL — Sebuah pesan sederhana disampaikan mahasiswa KKN UIN Sultan Syarif Kasim Riau kepada anak-anak SDN 008 Desa Kepenuhan Barat, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu: jangan pernah menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk menyakiti teman.

Pesan itu disampaikan melalui kegiatan Sosialisasi Stop Bullying yang digelar mahasiswa KKN pada Selasa, 4 Agustus 2026. Tak hanya mengedukasi siswa tentang bahaya perundungan, mahasiswa juga meninggalkan Pojok Baca sebagai ruang kecil untuk menumbuhkan kebiasaan membaca.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN UIN Sultan Syarif Kasim Riau di Desa Kepenuhan Barat yang telah dimulai sejak akhir Juli 2026.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Desa Kepenuhan Barat, Rival Juanda, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak.

Para mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa bullying tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Ejekan, panggilan yang tidak disukai, mempermalukan teman, mengucilkan, hingga tindakan yang membuat seseorang merasa takut dan tidak nyaman juga merupakan perilaku yang perlu dihindari.

Agar pesan lebih mudah diterima, sosialisasi dilakukan secara interaktif. Siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan memahami bagaimana seharusnya bersikap ketika melihat maupun mengalami tindakan bullying.

“Stop bullying bukan hanya tentang menghentikan kekerasan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan untuk saling menghargai, membantu teman, dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk menyakiti,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Di lingkungan SDN 008 Desa Kepenuhan Barat, mereka juga menghadirkan Pojok Baca. Fasilitas sederhana ini disiapkan agar siswa memiliki ruang yang nyaman untuk membaca di sela-sela aktivitas pembelajaran.



Pojok Baca diharapkan tidak hanya menjadi tempat meletakkan buku. Lebih dari itu, ruang tersebut diharapkan mampu membangun kedekatan anak-anak dengan buku dan perlahan menjadikan membaca sebagai kebiasaan.

Dengan konsep sederhana dan ramah anak, Pojok Baca juga dapat dimanfaatkan siswa untuk mencari pengetahuan baru di luar materi yang diperoleh di dalam kelas.

Bagi mahasiswa KKN, literasi dan pendidikan karakter merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Anak-anak tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca dan memahami pengetahuan, tetapi juga perlu dibekali kemampuan menghargai orang lain dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

KKN tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kebutuhan masyarakat dan menghadirkan program yang dapat memberikan manfaat.

Melalui kegiatan di SDN 008 Desa Kepenuhan Barat, mahasiswa berusaha menghadirkan lingkungan belajar yang lebih positif—lingkungan yang mendorong anak-anak untuk berani bersikap ketika melihat bullying sekaligus memiliki ketertarikan terhadap buku dan pengetahuan.

Rival Juanda mengatakan kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memberikan dampak yang tetap terasa meski masa pengabdian mereka di desa telah berakhir.

Bagi siswa, kegiatan tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, nilai yang ditanamkan diharapkan dapat mereka bawa jauh lebih lama.

Berani mengatakan tidak pada bullying. Tidak menyakiti teman. Saling menghargai. Dan membiasakan diri membaca.

Dari sebuah sekolah di pelosok Desa Kepenuhan Barat, mahasiswa KKN UIN Sultan Syarif Kasim Riau mencoba menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu membutuhkan program besar.

Kadang, perubahan dimulai dari sebuah percakapan sederhana di ruang kelas, sebuah buku yang dibuka untuk pertama kalinya, dan sebuah pesan kecil yang terus diingat seorang anak: setiap orang berhak merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk belajar.