RIAU ONLINE, KUANTAN SINGINGI - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah secara kolaboratif terlibat dalam kegiatan penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sepanjang Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya sorotan publik terhadap kondisi lingkungan di kawasan tersebut, terutama menyusul viralnya event pacu jalur yang dikenal hingga ke kancah internasional.
Dalam keterangannya, Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa penanganan PETI di Sungai Kuantan tidak bisa ditunda lagi. Akpol 1996 menyebut bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam menertibkan aktivitas ilegal yang merusak lingkungan dan mencoreng citra daerah.
"Kita apresiasi semua pihak yang secara kolaboratif melakukan kegiatan sejak sebelum acara hingga setelahnya nanti. Ini adalah bentuk komitmen bersama menjaga ekosistem Sungai Kuantan," jelasnya.
Menurut Kapolda, setelah dirinya bersama Gubernur Riau, Abdul Wahid meninjau langsung lokasi pacu jalur dan aliran sungai, mereka menemukan kondisi air sungai yang memprihatinkan.
Air Sungai Kuantan tampak keruh kecoklatan, diduga kuat akibat aktivitas PETI yang menggunakan bahan kimia berbahaya seperti merkuri.
"Sungai ini setiap tahun menjadi pusat perhatian karena event pacu jalur, tapi saat viral dan jadi sorotan internasional, kita menyadari bahwa kondisi sungainya tidak seindah yang dibayangkan," ungkapnya.
"Kita lihat langsung bahwa air sungai sudah tidak jernih, kemungkinan besar tercemar merkuri dan zat lainnya," tambahnya.
Melihat situasi tersebut, pihaknya segera menggelar rapat bersama Forkopimda Kuansing dan Bupati Kuantan Singingi, untuk merumuskan langkah-langkah penertiban.
Hasilnya, dalam dua minggu operasi intensif yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Andrianto Jossy Kusumo, sebanyak 16 orang berhasil diamankan dan 234 unit dompeng (alat tambang tradisional) berhasil dimusnahkan.
"Operasi ini kita lakukan secara masif. Alat dompeng yang digunakan untuk mengeruk emas secara ilegal kita musnahkan. Tidak ada kompromi untuk perusak lingkungan," tegas Irjen Herry.
Langkah ini pun mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, termasuk para penggiat lingkungan dan tokoh adat setempat.
Selain menjaga lingkungan, upaya ini dinilai strategis dalam memulihkan kembali citra positif Sungai Kuantan yang menjadi ikon budaya dan pariwisata Riau.
"Kami ingin Sungai Kuantan kembali bersih. Banyak masyarakat memberikan apresiasi kepada Gubernur Riau dan seluruh jajaran pemerintahan atas keberanian menindak PETI ini," tegas Jenderal bintang dua itu.
Penertiban ini juga menjadi bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Riau dan aparat penegak hukum dalam menjawab tantangan lingkungan global.
Dengan sorotan dunia terhadap pelestarian lingkungan, langkah tegas terhadap PETI diharapkan menjadi contoh baik bagi daerah lain yang menghadapi masalah serupa.

