Siswa Sekolah Rakyat akan Didampingi Taruna Akmil Selama 5 Hari

Wakil-Menteri-Sosial-Agus-Jabo-Priyono.jpg
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Sekitar 1000 Akademi Militer (Akmil) tingkat I dan II akan diterjunkan untuk mendampingi siswa di 178 titik Sekolah Rakyat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Agus Jabo mengatakan, program bimbingan keasramaan ini akan dimulai pada 3 Agustus 2026 mendatang dan berlangsung selama lima hari di setiap lokasi.

"Program ini hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 hingga 8 Agustus. Tujuannya membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar lebih mandiri," kata Agus Jabo, dikutip dari Suara.com, Selasa, 30 Juni 2026.

Agus Jabo menambahkan, pelibatan para taruna bukan untuk menggantikan peran guru di ruang kelas, melainkan memberikan pendampingan kepada siswa dalam kehidupan berasrama.

"Mereka akan dibimbing melakukan hal-hal sederhana, seperti merapikan lemari, merapikan tempat tidur, hingga membiasakan kerapian dalam berseragam," ujarnya.



Menurutnya, para taruna akan berperan sebagai pembimbing kehidupan asrama sehingga para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru secara nyaman, meski harus tinggal jauh dari keluarga.

"Taruna tidak mengajar di kelas seperti guru. Mereka memberikan bimbingan di asrama agar anak-anak Sekolah Rakyat dapat tinggal dengan tenang dan nyaman walaupun tidak tinggal satu rumah dengan keluarganya. Mereka juga memberikan pembinaan agar tidak terjadi segala bentuk kekerasan, termasuk perundungan atau kekerasan dari kakak kelas kepada adik kelas," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Agus Jabo menambahkan, dipilihnya taruna Akmil didasarkan pada pengalaman mereka dalam menjalani kehidupan berasrama sehingga dinilai mampu membimbing para siswa dengan pendekatan yang tepat.

"Kenapa taruna? Karena mereka yang memahami bagaimana hidup di asrama. Pengalaman itu yang ingin ditularkan kepada anak-anak Sekolah Rakyat agar mereka cepat beradaptasi dan memiliki karakter yang mandiri," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap titik Sekolah Rakyat akan didampingi lima personel taruna secara intensif. Materi bimbingan meliputi berbagai keterampilan dasar kehidupan sehari-hari, seperti menyetrika seragam, merapikan seprai dan lemari pakaian, menyemir sepatu, hingga membangun kebiasaan hidup mandiri di asrama.