RIAU ONLINE - Penyesuaian anggaran hingga pola kerja turut dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), seiring rencana pemerintah melakukan penghematan anggaran dan energi. Tak terkecuali penghematan dengan mematikan listrik hingga AC.
Suasana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026, tampak berbeda sejak diberlakukannya kebijakan penghematan tersebut.
Penghematan di Gedung Parlemen mulai dilakukan sejak pukul 17.00 WIB. Lampu-lampu gedung hingga sejumlah lift dan eskalator dimatikan.
Misalnya di Gedung Nusantara II, sejumlah titik, terutama di bagian lobi, semua lampu dimatikan. Kondisinya pun terlihat gelap gulita, seperti dilansir dari Suara.com, Kamis, 2 April 2026.
Beberapa orang yang bekerja di Gedung Parlemen bahkan terlihat harus menyalakan penerangan pribadi untuk tetap berjalan pulang.
Beberapa di antaranya di Gedung Nusantara II terpaksa harus turun melalui tangga karena lift dan eskalator sudah dimatikan.
Kondisi hampir sama juga terlihat di Gedung Nusantara atau Gedung Kura-Kura. Bahkan di sana terlihat hampir semua lampu di sejumlah ruangan dipadamkan.
Gedung Nusantara V dan IV, sebagian ruangan yang sudah tidak digunakan pegawai juga terlihat dipadamkan. Semua pendingin ruangan atau AC juga dimatikan. Sementara itu, Gedung Nusantara III di area lobi atau pelatarannya, sebagian lampu masih menyala.
Gedung Nusantara I yang menjadi tempat utama para anggota dewan dan staf berkantor juga hampir semua bagian lampunya dimatikan. Hanya beberapa ruangan yang masih tampak cahaya karena masih ada pegawai berkegiatan.
Di area parkiran juga terlihat pencahayaan lampu dimatikan. Di bagian parkir mobil sudah gelap, sementara gedung parkir motor sebagian lampu dan liftnya dimatikan.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, mengatakan pihaknya sudah melakukan pembahasan sejumlah aspek terkait penghematan dan pola kerja yang akan diterapkan di lingkungan Gedung DPR di Senayan. Pembahasan tersebut dilakukan pada pekan lalu.
Salah satu langkah penghematan anggaran yang telah dilakukan DPR adalah memangkas perjalanan dinas dari unsur ASN. Anggaran hasil penghematan diperuntukkan bagi pos lain yang lebih urgen.
Bukan hanya mengurangi jumlah perjalanan dinas, DPR juga berencana membatasi penggunaan listrik, baik untuk lampu maupun pendingin ruangan atau AC.
"Kemudian juga berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, kami sedang menyiapkan exercise. Nanti setiap hari, jika tidak ada acara persidangan, maksimum pukul 20.00 seluruh lampu akan dimatikan, malam hari ya. Maksimum pukul 20.00 akan dimatikan," kata Indra kepada wartawan, Kamis 26 Maret 2026.
"Karena memang belum semua gedung menggunakan building automatic system, jadi semuanya masih dilakukan secara manual. Nah, ruang-ruang rapat yang tidak digunakan, listrik, AC, lampu juga akan kita matikan," sambungnya.
Langkah penghematan serupa bakal menyasar penggunaan kendaraan bermotor dalam rangka efisiensi BBM. Meski sudah ada arah penerapan kebijakan hemat BBM, Indra belum membeberkan lebih jauh.
"Penggunaan kendaraan juga begitu. Ke depan ini masih dilakukan exercise, belum bisa saya sampaikan. Sedang kita lakukan untuk pengurangan BBM pada kegiatan-kegiatan. Jadi, kita belum menghitung secara kuantitatif, tetapi langkah ke sana sudah kita persiapkan sejak minggu-minggu sebelum Lebaran," kata Indra.

