RIAU ONLINE, JAKARTA - Mendagri sekaligus sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Tito Karnavian klaim hampir 100 persen korban bencana di Sumatera sudah tidak tinggal di tenda pengungsian.
Diketahui, tga provinsi di Sumatera sempat mengalami bencana banjr dan longsor pada akhir 2025 lalu.
“Bahwa spesifik untuk pengungsi yang di tenda itu mendekati 100 persen mereka tidak di tenda,” kata Tito dikutip dari Kumparan, Selasa, 24 Maret 2026.
Tito menjelaskan, untuk di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara, saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.
“Sumatera Barat itu sudah nol, tidak ada lagi pengungsi di tenda. Dari 105 ribu sebelumnya, sekarang sudah nol. Sumatera Utara juga per 23 Maret sudah tidak ada lagi,” ujarnya.
Sedangkan untuk wilayah Aceh, kata Tito, masih ada sejumlah kecil pengungsi yang masih tinggal di tenda.
Tito menambahkan bahwa saat ini pemerintah telah menyiapkan skenario penanganan, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat serta penyaluran bantuan dana.
Menurut Tito, capaian ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI-Polri, hingga organisasi nonpemerintah.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa capaian mendekati 100% ini tidak boleh disalahartikan sebagai kondisi pemulihan bencana secara keseluruhan.
Ia mengingatkan, masih ada sejumlah sektor yang belum sepenuhnya pulih, seperti infrastruktur jalan, pendidikan, hingga normalisasi sungai yang membutuhkan waktu lebih lama.
“Jadi bukan berarti semua aspek sudah pulih. Yang mendekati 100% itu adalah pengungsi yang sudah tidak lagi tinggal di tenda saat Lebaran,” imbuhnya.

