RIAU ONLINE - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak akhir November 2025, telah memicu krisis kemanusiaan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Selasa 9 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, jumlah korban bencana di Sumatra telah melampaui angka satu juta jiwa.
Menurut data BNPB, 962 orang meninggal, 291 orang hilang, dan 5.000 orang terluka. Paling kritis, jumlah pengungsi saat ini mencapai 1.057.482 jiwa. Kerusakan infrastruktur juga meluas, mencakup 157,8 ribu rumah, 497 jembatan, dan 534 fasilitas pendidikan.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia menahan diri untuk menerima bantuan dari sederet pemimpin negara lain atau lembaga asing.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pemerintah nasional masih yakin memiliki kemampuan untuk mengatasi seluruh permasalahan.
Klaim ini didasarkan pada keyakinan bahwa alokasi dana siap pakai APBN sebesar Rp500 miliar, serta stok logistik yang memadai, cukup untuk mendanai penanganan dan penyaluran bantuan, termasuk melalui metode udara (dropping), seperti dilansir dari Suara.com.
Sikap ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono. Menlu menyatakan bahwa keputusan untuk tidak membuka pintu bantuan asing didasarkan pada penilaian bahwa seluruh unsur penanganan di dalam negeri, termasuk BNPB, TNI/Polri, dan pemerintah daerah, masih mampu bekerja secara efektif. Pintu internasional baru akan dibuka apabila eskalasi bencana dinilai sudah tidak dapat ditangani melalui kekuatan nasional.
Keputusan menahan diri ini diambil di tengah derasnya tawaran dukungan dan simpati dari berbagai negara mitra. Para pemimpin dunia yang menyampaikan duka mendalam, berkomitmen untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan. Mereka antara lain:
1. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.
2. Presiden Rusia, Vladimir Putin.
3. Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud.
4. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
5. Raja Charles III.
6. Duta Besar Uni Emirat Arab, Abdulla Salem Al Dhaheri
7. China
8. Malaysia
Negara-negara lain yang turut menyampaikan simpati dan tawaran bantuan di antaranya Oman, Qatar, Kazakhstan, Vietnam, Kuwait, Armenia, hingga Amerika Serikat.

