Setengah Provinsi Sumbar Masih Krisis, 6 Wilayah Butuh Pertolongan

Bencana-di-Sumbar2.jpg
Jembatan kembar menjelang memasuki Kota Padang Panjang usai diterjang banjir bandang. (Foto: Dok. kumparan)

RIAU ONLINE - Enam kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih membutuhkan penanganan dampak bencana, meski sebagin wilayah mulai diselimuti cuaca cerah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan sebagian wilayah Sumbar mulai pulih karena cuaca yang membaik.

"Per sore ini, dari yang kemarin 16 Kabupaten/Kota yang terdampak, sekarang tinggal 6. 6 Kabupaten/Kota yang situasinya masih perlu penanganan,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers, Sabtu, 29 November 2025.

“Sementara yang lainnya sudah cenderung pulih. Ini dikarenakan memang satu hari ini Padang, Sumatera Barat itu cerah. Kalau kemarin pagi sampai siang sekitar jam 11 itu masih ada hujan di beberapa titik,” jelasnya, dikutip dari jaringan RIAU ONLINE, kumparan, Minggu, 30 November 2025.

Enam daerah tersebut masih membutuhkan intervensi pemerintah pusat dan Satgas Gabungan.


Sementara itu, kata Suharyanto, korban jiwa terbanyak bearda di wilayah Agam.

“Yang pertama Agam. Agam ini belakangan karena baru bisa tembus kemudian Basarnas melakukan pencarian pertolongan, baru diketahui bahwa di Agam ini juga banyak korban jiwa maupun yang masih hilang,” ujarnya.

Selain Agam ada lima kabupaten/kota lainnya yang masih perlu ditangani. “Jadi Agam, kemudian Padang Pariaman yang kedua. Yang ketiga adalah Solok. Yang keempat adalah Kota Padang. Yang kelima adalah Tanah Datar. Dan keenam adalah Padang Panjang,” ujarnya.

Untuk wilayah lainnya, Suharyanto menyebut sudah mulai dapat ditangani oleh pemerintah daerah.

“Untuk daerah-daerah lainnya relatif sudah bisa kembali pulih dan pemerintah daerah setempat dibantu Forkopimda ini sudah bisa melaksanakan langkah-langkah penanganan sendiri,” pungkasnya.