RIAU ONLINE - Pemerintah Amerika Serikat (AS) merilis kerangka kesepakatan persetujuan perdagangan resiprokal dengan Indonesia pada Selasa, 22 Juli 2025 lalu. Salah satu yang menjadi poin dalam kesepakatan tersebut adalah transfer data pribadi.
Pernyataan bersama itu merupakan bagian dari kesepakatan tarif dagang antara dua negara. Saat pertama kali diumumkan pekan lalu tarif dagang Indonesia dikurangi AS dari 32 persen ke 19 persen.
Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini masih melakukan negosiasi dengan Pemerintah AS.
"Ya, nanti itu sedang, negosiasi jalan terus," ujar Prabowo, dikutip dari KUMPARAN, Kamis, 24 Juli 2025.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto terkait hal itu.
"Kami koordinasi dulu ya dengan Menko Perekonomian, kami ada undangan dari Menko Perekonomian untuk berkoordinasi," kata Meutya, Rabu, 23 Juli 2025.
Meutya mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui secara detail terkait hal itu. Karenanya, Meutya akan memastikan hal tersebut ke Kemenko Perekonomian.
"Saya besok akan berkoordinasi dulu dengan menko perekonomian, saya belum tahu persisnya topiknya apa tapi nanti besok tentu akan ada pernyataan dari Menko Perekonomian atau dari kami. Tapi kami harus koordinasi lebih dulu," ucapnya.

