Ketua DKPP Minta Penyelenggara Pemilu Hasilkan Pemimpin yang Berintegritas

Ketua-DKPP-Muhammad2.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, KOBA -Ketua DKPP, Prof. Muhammad, meminta penyelenggara pemilu bekerja dengan sebaik-baiknya dalam menyelenggarakan pesta demokrasi, baik itu Pemilu nasional ataupun Pilkada, agar menghasilkan pemimpin yang beritegritas.

Pesan ini disampaikan oleh aat menjadi narasumber dalam Bimbingan Teknis yang diadakan oleh Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah di Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Minggu 9 AGustus 2020.

"Kita tidak mau bupati, gubernur atau caleg yang kita pilih nantinya kena OTT KPK hanya dalam satu bulan, atau dalam satu tahun menjadi tersangka kejaksaan," jelas Muhammad.

Menurutnya, pemimpin yang berintegritas dalam sebuah negara demokrasi selalu dilahirkan melalui pemilu yang berintegritas dan bermartabat.

Namun, muara dari semua itu adalah penyelenggara pemilu yang berintegritas yang berpegang teguh pada aturan yang berlaku.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Panwascam se-Kabupaten Bangka Tengah ini, Muhammad menegaskan bahwa semua penyelenggara pemilu memiliki andil dalam melahirkan sebuah pemimpin.

"Pemimpin yang korup adalah cikal bakal rusaknya demokrasi kita. Teman-teman (Panwascam) yakinlah bahwa tugas anda sekarang ini sangat mulia," ungkap Ketua Bawaslu RI periode 2012-2017.

Muhammad pun mengisahkan pengalamannya saat turun ke sebuah daerah saat Pemilu 2014 silam.

Saat itu, ia menemukan seorang Calon Legislatif (Caleg) yang sudah memiliki niat curang.

"Bolehlah calon lain menang di TPS, tapi nanti kita lihat siapa nanti yang dilantik," ujarnya menirukan perkataan Caleg tersebut.

Menurut Muhammad, hal ini sangat mengganggunya sehingga ia pun menginstruksikan kepada Bawaslu Provinsi untuk mengawasi segala gerak-gerik Caleg tersebut.

Ia menambahkan, tugas KPU, Bawaslu dan DKPP adalah memastikan semua pihak yang mendapatkan suara terbanyak di TPS sebagai pihak yang dilantik.

"Enggak boleh si A menang di TPS, tapi si B menang di kecamatan, lalu berubah si C yang menang, terakhir si D yang syukuran," tegas Muhammad sesuai rilis yang diterima Riauonline.co.id

"Kalau cara seperti itu dibiarkan, lalu bagaimana masyarakat yang sudah mempercayakan kepada anda sebagai pengawas?" imbuhnya.

Lebih lanjut, Muhammad juga berpesan agar peserta kegiatan ini untuk memperkaya khazanah kepemiluan dengan menyempatkan diri dengan membaca peraturan yang ada, baik itu Undang-undang Pemilu, Peraturan KPU, Peraturan Bawaslu ataupun Peraturan DKPP.

Untuk Peraturan DKPP, kata Muhammad, dapat didownload secara gratis melalui website DKPP, www.dkpp.go.id.

"Saya yakin kalau anda paham regulasi ini, potensi anda melanggar etik sangat kecil," tutupnya.