Banyak Karyawan Tertular Covid-19, Pemprov DKI Tutup 26 Kantor di Jakarta

Ilustrasi-pasien-corona.jpg
(Chinatopix Via AP)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Penyebaran covid-19 banyak yang terjadi saat aktivitas di perkantoran. Menurut catatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menutup 26 perkantoran dalam kurun waktu satu minggu.

Penutupan dilakukan  karena ada karyawan perusahaan-perusahaan tersebut yang terkena virus Corona.

Selain itu, ada tiga perusahaan yang ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan COVID-19.

"Perusahaan yang tutup karena COVID-19, (ada) 26 perusahaan. Perusahaan ditutup karena tidak menjalankan protokol kesehatan COVID-19, (ada) tiga perusahaan," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta Andri Yansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu 5 Agustus 2020.

Andri mengatakan 26 perusahaan yang ditutup itu merupakan data terbaru. Menurutnya, data tersebut dicatat sejak pekan lalu hingga 4 Agustus 2020.

"Itu yang baru-baru ini saja, dari minggu lalu kalau nggak salah, begitu pas meledak klaster perkantoran, kan banyak pengaduan masyarakat, langsung kita melakukan aksi di lapangan," ucapnya.

Andri merinci, 26 perkantoran yang ditutup karena ada karyawannya terkena virus Corona itu 7 berada di Jakarta Pusat, 6 di Jakarta Timur, 6 di Jakarta Selatan, 5 di Jakarta Utara, dan 2 di Jakarta Barat. Sementara itu, perusahaan yang ditutup karena melanggar protokol kesehatan 1 berada di Jakarta Pusat, 1 di Jakarta Barat, dan 1 di Jakarta Timur.

Menurutnya, apabila ada karyawan di suatu perusahaan yang terkena Corona, dia akan diminta melakukan isolasi. Sementara itu, perusahaannya akan ditutup selama tiga hari dan akan disemprot disinfektan.

"(Perusahaan) kita lakukan penutupan untuk disemprot disinfektan selama tiga hari berturut-turut," kata Andri.

Lebih lanjut Andri mengimbau kepada manajemen perusahaan untuk melaporkan apabila ada karyawannya yang terinfeksi virus Corona. Hal itu bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona yang semakin masif.

Seperti diketahui, ditemukan 90 klaster dengan total kasus 459 orang dinyatakan positif virus Corona di Jakarta.

Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengungkapkan angka klaster perkantoran di DKI Jakarta melonjak 10 kali lipat sebelum pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi.

"Jadi kalau di DKI Jakarta sampai 28 Juli 2020 ditemukan 90 klaster dengan total kasus 459," kata Dewi dalam diskusi yang disiarkan di saluran YouTube BNPB pada Rabu 29 Juli 2020.