Driver Ojol Suspect Corona Tidak Kabur, Hanya Tidak Serentak Dikarantina

ojol-dan-basarnas.jpg
(istimewa)
RIAU ONLINE, BATAM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengkarantina atau mengobervasi dua orang driver ojek online yang telah melakukan kontak dekat dengan asisten rumah tangga dari warga negara (WN) Singapura yang terinfeksi virus COVID-19.
 
“Dia ini sempat kontak langsung dengan CSS yang juga closed contact dengan VP. Ia masuk dalam cluster ketiga yang kita telusuri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KKP Klas I Batam, Senin, 2 Maret 2020.
 
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan dua orang pengemudi ojek online yang masih dalam pengawasan tersebut telah dioservasi di Batam. Pihaknya pun mengapresiasi langkah Gojek yang tanggap dan kooperatif dalam membantu menghubungi mitra yang diduga telah melakukan kontak dengan asisten rumah tangga tersebut.
 
"Dari Gojek (mitra driver-nya). Pihak Gojek telah kooperatif dengan membantu kami menghubungi dua driver-nya yang telah melakukan kontak langsung dengan asisten rumah tangga WN Singapura yang terinfeksi," ujar Didi saat dihubungi wartawan, Jumat, 6 Maret 2020.
 
Didi juga membantah kabar hoax bahwa driver ojol yang dalam pengawasan kabur dari lokasi observasi. Kedua driver ojol hanya tidak masuk observasi secara serentak, satu driver ojol sudah diobservasi  tanggal 3 maret 2020  dan 1 driver lagi baru dijemput kemarin 6 maret 2020 oleh Dinas Kesehatan Kota Batam karena mitra tersebut tidak mengetahui dirinya masuk dalam daftar pengawasan. 
 
“Driver ojol yang satunya sudah masuk dari kemarin, sedangkan yang satu lagi sudah masuk juga, dijemput hari ini,” kata Didi.
 
Menurut Didi, kedua driver tersebut memang sempat melakukan kontak dengan asisten rumah tangga dari salah seorang pasien yang positif terjangkit virus corona berinisial CSS. Pasien itu merupakan WN Singapura berinisial VP yang kini sedang dirawat di negaranya. Kasus VP merupakan yang ke-103 di Singapura yang memiliki riwayat perjalanan ke Batam. (*)