RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebanyak 158 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB. Jumlah tersebut menjadi bagian dari 1.097 titik panas yang tersebar di wilayah Sumatera, Kamis, 13 Agustus 2026.
Dari 158 hotspot di Riau, titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) sebanyak 36 titik dan Kabupaten Bengkalis 35 titik.
Selanjutnya, hotspot terpantau di Indragiri Hilir sebanyak 25 titik, Pelalawan 20 titik, Kuantan Singingi 10 titik, Rokan Hilir 8 titik, Rokan Hulu 7 titik, Siak 6 titik, Kampar 5 titik, Kepulauan Meranti 4 titik dan Kota Dumai 2 titik.
Secara regional, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 432 titik. Disusul Jambi 157 titik, Riau 158 titik, Lampung 121 titik, Bangka Belitung 84 titik, Kepulauan Riau 42 titik, Sumatera Barat 31 titik, Sumatera Utara 29 titik, Aceh 25 titik dan Bengkulu 18 titik.
Sementara itu, kondisi cuaca di Riau pada pagi hari diprakirakan udara kabur hingga cerah berawan. Pada siang hingga sore hari, cuaca diprediksi cerah berawan hingga berawan.
Pada malam hari, kondisi serupa masih berpotensi terjadi dengan peluang hujan ringan di wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu dan Bengkalis. Memasuki dini hari, cuaca diprakirakan udara kabur hingga berawan.
Suhu udara Riau berkisar 23–34 derajat Celsius, dengan kelembapan 50–98 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah.
Dengan masih tingginya jumlah hotspot, terutama di sejumlah wilayah daratan Riau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu ditingkatkan.

