Karhutla Dumai, Danrem 031/WB Tekankan Penanganan Terpadu Lintas Sektor

Karhutla-Dumai-Danrem-031WB-Tekankan-Penanganan-Terpadu-Lintas-Sektor.jpg
Danrem 031/Wira Bima, Brigjen Agustatius Sitepu, turun langsung meninjau proses pemadaman diKota Dumai (Istimewa)

RIAU ONLINE, DUMAI - Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Dumai terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur. 

Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima, Brigjen Agustatius Sitepu, turun langsung meninjau proses pemadaman di lapangan sebagai bentuk keseriusan dalam mengendalikan bencana tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Danrem didampingi oleh Karoops Polda Riau, Ino Harianto, serta Dansat Brimob Polda Riau, I Gede Ketut Adi Wibawa. 

Peninjauan dilakukan di lokasi terdampak karhutla di Jalan Prima Raya Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau. 

Danrem memastikan bahwa proses pemadaman berjalan efektif dan terkoordinasi dengan baik. Selain itu, dilakukan pula rapat koordinasi lapangan guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat penanganan kebakaran.


Brigjen TNI Agustatius Sitepu menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.

"Penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa seluruh unsur, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga stakeholder lainnya, bergerak dalam satu komando dan tujuan yang sama, yaitu memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran," tegasnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Senada dengan itu, Kombes Pol Ino Harianto menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti Dumai.

"Sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci utama. Tidak hanya dalam pemadaman, tetapi juga dalam upaya pencegahan agar tidak terjadi kebakaran susulan," ujarnya.

Kombes Ino memastikan kesiapan penuh personel dalam mendukung operasi di lapangan. 

Ia menyebutkan bahwa berbagai peralatan khusus telah dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan lahan.

"Personel siap siaga 24 jam di lapangan. Kami juga mengoptimalkan penggunaan peralatan khusus untuk mempercepat pendinginan titik api sehingga tidak kembali menyala," pungkasnya.