RIAU ONLINE, KAMPAR - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, sejak beberapa hari terakhir.
Hingga Jumat, 13 Maret 2026, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api yang menghasilkan asap tebal dan mulai berdampak ke permukiman warga.
Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, BPBD, TNI, dan Polri dikerahkan untuk mengendalikan kebakaran yang telah menghanguskan sekitar 15 hektare lahan.
Kepala Manggala Agni Pekanbaru, Firza Causar, mengatakan proses pemadaman sudah memasuki hari kelima. Hingga saat ini, api masih sulit dikendalikan karena kondisi lahan gambut yang sangat kering serta cuaca panas disertai angin kencang.
"Pemadaman sudah memasuki hari kelima. Tim masih terus berupaya memadamkan api di lapangan," ujar Firza, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurutnya, bahan bakar alami berupa semak belukar di atas tanah gambut yang kering membuat api cepat membesar dan merambat. Dari total sekitar 15 hektare lahan yang terbakar, baru sekitar 3 hektare yang berhasil dipadamkan.
"Semak belukar di gambut kering menjadi bahan bakar yang membuat api cepat membesar," jelasnya.
Petugas juga menghadapi kendala keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Air untuk memadamkan api harus diambil dari kanal-kanal yang berada cukup jauh dari titik api.
Namun, banyak kanal yang sudah mulai mengering sehingga petugas harus berpindah-pindah mencari sumber air yang masih tersedia.
"Kami harus mencari kanal yang masih berisi air. Jarak sumber air dengan titik api sekitar 500 meter, sehingga pemadaman dilakukan dengan sistem relay," tambah Firza.
Sebanyak 20 personel Manggala Agni dikerahkan dalam operasi pemadaman ini. Satu tim khusus ditugaskan untuk memastikan suplai air tetap tersedia bagi tim yang berada di garis depan pemadaman.
Selain kesulitan air, tebalnya asap akibat kebakaran gambut juga menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Asap pekat bahkan telah mencapai kawasan permukiman warga di sekitar lokasi kebakaran.
"Di lokasi asap sangat tebal. Kebakaran masih cukup besar dan asapnya sudah berdampak ke permukiman warga," lanjutnya.
Firza juga mengungkapkan bahwa titik api berada tidak jauh dari sebuah pesantren di kawasan tersebut. Api sempat mendekati bangunan di area pesantren, meskipun bukan gedung utama.
Beruntung, arah angin yang bergerak ke selatan-barat daya membantu mencegah api meluas ke area yang lebih luas.
"Api sempat mendekati bangunan pesantren, tapi bukan gedung utama. Sekarang sebagian titik sudah masuk tahap pendinginan," jelasnya.
Pihaknya memastikan seluruh tim akan terus berupaya maksimal agar kebakaran tidak semakin meluas, sekaligus mencegah dampak asap lintas wilayah.
"Kami berupaya semaksimal mungkin agar api segera padam dan tidak menimbulkan dampak lebih luas," tutup Firza.
Untuk diketahui, kebakaran hutan dan lahan saat ini mulai terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Selain di Kabupaten Kampar, karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Pelalawan, Bengkalis, Dumai, Indragiri Hilir, dan Siak.

