Karhutla Kembali Mengganas di Riau, Api Membara di Pelalawan hingga Inhil

Karhutla-Kembali-Mengganas-di-Riau-Api-Membara-di-Pelalawan-hingga-Inhil.jpg
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan oleh Manggala Agni di Provinsi Riau. (Dok. Manggala Agni)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Hingga Rabu, 11 Maret 2026, api masih membara di beberapa titik dan proses pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.

Berdasarkan data dari Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, sedikitnya terdapat tiga lokasi kebakaran yang saat ini sedang ditangani. Mayoritas kebakaran terjadi di lahan gambut yang dikenal sulit dipadamkan karena api dapat merambat di bawah permukaan tanah.

Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan pihaknya terus mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi-lokasi yang terdampak kebakaran.

"Saat ini tim Manggala Agni Rengat menangani karhutla di tiga lokasi, yakni di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan; Desa Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir; serta titik api terbaru di Desa Gambut Mutiara yang juga berada di Kecamatan Teluk Meranti,” ujar Ilham.

Ilham menjelaskan, kebakaran di Desa Pulau Muda telah berlangsung selama tiga hari terakhir. Hingga kini api masih aktif dan terus bergerak ke arah kawasan hutan sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Menurut Ilham, luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut diperkirakan telah mencapai sekitar 2,5 hektare. Kondisi lahan gambut membuat api mudah menyebar dan memerlukan penanganan intensif dari petugas di lapangan.

Selain di Pelalawan, kebakaran juga terjadi di Desa Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir. 


Tim Manggala Agni Rengat telah berada di lokasi selama tiga hari untuk membantu upaya pemadaman yang sebelumnya telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Informasi yang kami terima, BPBD Indragiri Hilir sudah sekitar tujuh hari berupaya memadamkan api di lokasi tersebut. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 13,5 hektare," jelas Ilham.

Meski demikian, kondisi di Tanjung Pidada mulai menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar titik api telah berhasil dipadamkan setelah turun hujan lokal di wilayah tersebut.

Saat ini petugas fokus melakukan proses pendinginan, terutama pada sisa bara api yang masih terdapat di tunggul-tunggul pohon kelapa agar tidak kembali memicu kebakaran.

"Kendala utama di lokasi itu adalah akses menuju titik api. Petugas harus melewati parit besar sehingga harus menyeberang menggunakan perahu. Namun saat ini situasinya sudah relatif kondusif dan tinggal proses pendinginan," tambahnya.

Sementara itu, titik api baru kembali terdeteksi di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu tim Manggala Agni langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan di lokasi.

"Di Gambut Mutiara ini merupakan titik api baru. Perkiraan luas lahan yang terbakar sekitar dua hingga tiga hektare. Tim gabungan sudah berada di lokasi untuk melakukan pemadaman. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan api dapat sepenuhnya dipadamkan," jelasnya.

Di sisi lain, kebakaran lahan juga terpantau terjadi di wilayah Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Berdasarkan pantauan di lapangan, api membakar semak belukar di lahan gambut yang lokasinya cukup dekat dengan permukiman warga.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, petugas gabungan dari berbagai instansi telah diterjunkan ke lokasi guna melakukan pemadaman serta mencegah api merambat ke kawasan pemukiman.

Meningkatnya jumlah titik api di sejumlah daerah tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi terjadinya bencana kabut asap di Provinsi Riau, seperti yang kerap terjadi pada musim kemarau.

Petugas terus mengintensifkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan kebakaran guna memastikan api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke area yang lebih besar. Upaya pemadaman juga dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Manggala Agni, BPBD, serta tim gabungan lainnya.