Menteri Siti: Kita Beri Peringatan ke 55 Perusahaan Perkebunan dan Kehutanan

Menteri-Siti-Nurbaya-dan-Panglima-TNI.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi dua kali dalam setahun ini di Riau, 2019, mulai awal Gubernur Riau Syamsuar dilantik Presiden Joko Widodo, Februari 2019, dan akhir Juli hingga sekarang, melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan kehutanan. 

Hingga kini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menegur dan memberikan peringatan terhadap 55 perusahaan di dua sektor tersebut untuk seluruh Indonesia. 

Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar tidak bisa merincikan, dari 55 perusahaan yang ia tegur, berapa banyak terlibat dalam Karhutla di Riau. 

"Hingga kini kita telah memberikan peringatan terhadap 55 perusahaan se-Indonesia, termasuk Riau," kata Menteri Siti Nurbaya di Pangkalan TNI AU (Lanud) Roesmin Nurjadin, Senin, 12 Agustus 2019, usai menggelar pertemuan tertutup dengan pemerintah daerah.

Selain Menteri Siti, juga hadir dua jenderal bintang empat ke Riau dan satu bintang tiga. Mereka Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Munardo. 

Keempat pejabat tersebut direncanakan esok hari, Selasa, 13 Agustus 2019, akan melihat lokasi Karhutla di kampung halaman Bupati Pelalawan, HM Haris, di Kecamatan Langgam.

Menteri Siti menegaskan, Kementerian LHK sudah mendapatkan laporan adanya sejumlah perusahaan perkebunan di Riau diduga kuat terlibat dalam kasus kebakaran lahan.

Selain PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Pelalawan sudah ditetapkan sebagai tersangka, masih ada dua perusahaan lagi akan menyusul.

Siti Nurbaya dan rombongan mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin Senin sore pukul 17.15 WIB. Mantan Sekjen Kemendari ini tampak mengenakan baju batik lengan panjang warna merah maron langsung turun dari pesawat boeing A-7306 milik TNI AU. Dibelakang Siti Nurbaya ada Panglima TNI dan Kapolri serta Kepala BNPB.

Pejabat tinggi negara ini kemudian berjalan menuju ke ruang VIP dan disambut langsung oleh Gubernur Riau Syamsuar Ketua DPRD Riau Septina, Danlanud dan Danrem 031 Wira Bima.

Setelah saling berjabatan tangan, seluruh pejabat tinggi negara dan gubernur Riau langsung mengadakan pertemuan tertutup di ruangan pandawa Pangkalan TNI Lanud Roesmin Nurjadin.