Hj Azlaini: Kenapa Polisi tak Tahu Truk dan Alat Berat Hilir Mudik di Bukit Betabuh

Pembalakan-Liar.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINEPEKANBARU - Pembalakan liar di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Bukit Betabuh (TNBT) di Lubuk Jambi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, semakin marak dan mengkhawatirkan.

Tokoh Masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus, mengatakan, ia dan tokoh-tokoh adat Kuansing lainnya sudah melihat foto-foto perambahan hutan secara ilegal di TNBT.

"Sejumlah tokoh, membicarakan hal itu (perambahan hutan secara ilegal), bahkan mensinyalir aparat tahu akan hal tersebut, tapi pura-pura tidak tahu alias cuek. Syukurlah masyarakat adat Kuansing mulai bertindak," kata Hj Azlaini Agus, kepada RIAUONLINE.CO.ID, Jumat, 26 Juli 2019. 

Perambahan di Bukit Betabuh

Mantan Anggota Komisi III DPR RI membidangi hukum 2004-2009 ini mengatakan, apa dilakukan masyarakat adat Kuansing menindaklanjuti pembalakan liar di kampung halamannya, Bukit Betabuh.

Apa dilakukan masyarakat adat Kuansing, dinilai Azlaini Agus sudah betul, mereka harus berbicara mengenai apa yang terjadi di kampung halaman.

Kayu Pembalakan Liar

"Kita harus mendukung dan memperkuat mereka itu. Cuma kita merasa aneh, kalau jajaran Polres Kuansing termasuk Kapolresnya baru tahu kasus ini setelah dikirimi warga foto-foto penjarahan Bukit Betabuh, jadi apa saja dikerjakan Polisi di Kuansing itu," kata Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) ini. 

Ia menjelaskan, bagaimana bisa alat berat hilir-mudik masuk dan menjarah hutan lindung tanpa diketahui polisi.

"Dikirimi foto oleh masyarakat, baru bilang "mau menyelidiki". Polisi dari dulu tak pernah berubah. Begitu-begitu saja. Kalau hilir mudik itu nyamuk atau kecoa, Polisi tak tahu, wajarlah karena kecil," kata perempuan dikenal kritis tersebut.

Kawasan TN Bukit Betabuh

Azlaini kemudian mengatakan, kalau alat berat dan puluhan truk hilir mudik keluar masuk hutan lindung, polisi tak tahu, ini baru masalah. "Baru namanya "penyakit menahun" dan mereka sudah rabun," jelasnya. 

Penjarahan dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab bukan kali ini terjadi, dan tak hanya di Taman Nasional Bukit Betahun saja.

Pembalakan Liar

"Semua hutan lindung di Riau sudah punah dijarah. Selain TNBT, Tahura Minas, SM Kerumutan, Rimbang Baling, Bukit Suligi, Tesso Nilo, dan kawasan konservasi lainnya di Riau. Semuanya dijarah, dan aparat selalu mengatakan "tidak tahu", dan "kami akan selidiki". Terus seperti itu," pungkasnya.