Ada-ada Saja, Lain Ditanya, Lain Dijawab Jokowi

Jokowi-Jalan-jalan-ke-RImbo-Panjang.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ZUHDY FEBRIYANTO)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Jatuhnya beberapa korban jiwa akibat dipicu paparan asap yang menyelimuti Riau dua bulan ini sempat ditanyakan kepada Presiden Joko Widodo, ketika berjalan-jalan ke Riau untuk meninjau embung dan sekat kanal yang dibuat.

 

Sayangnya, apa yang ditanya jurnalis, dijawab Jokowi dengan jawaban berbeda alias tak menyambung. Ia malah menjawab seluruh petugas yang terkait telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. (Baca Juga: Inilah meme Plt Gubri Minta Bantuan Atuk Annas

 

"Saya kira di lapangan sudah betul-betul sudah, baik prajurit TNI, kepolisian, BNPB dan semua petugas lapangan lainnya kalau kita lihat di lapangan telah melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tetapi kita harus tahu luasan terbakar ini sangat luas sekali karena kekeringan El Nino ini sangat parah sekali. Terakhir itu saya mendengar luas lahan terbakar itu 1,7 juta," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta kepada jurnalis usai meninjau keadaan embung dan kanal di Kecamatan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (9/10/2015).

 

Catatan RIAUONLINE.CO.ID, sedikitnya 5 warga meninggal akibat asap. Dilansir dari laman voaindonesia.com, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, sudah lima orang meninggal akibat asap di Riau. (Klik Juga: Jokowi Pulang, Asap Tebal Masih Selimuti Riau

 

"Sejauh ini data yang saya terima lima orang yang meninggal. Dua orang meninggal karena membakar lahan dan terkepung asap kemudian meninggal. Tiga lainnya karena sakit akibat asap. Bagaimana pun dengan kondisi udara yang pekat dan berlangsung dalam jangka panjang, tak heran jika mulai jatuh korban. Di antara korban yang meninggal itu termasuk seorang anak berusia 12 tahun, yang sebelumnya telah memiliki penyakit TBC dan terjadi komplikasi karena menghirup asap pekat selama berminggu-minggu," ungkap Sutopo.

 

Beberapa waktu yang lalu juga muncul pernyataan dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa bahwa pemerintah pusat tengah mewacanakan untuk memberi uang kompensasi bagi korban kabut asap di enam provinsi di Sumatera, termasuk Riau. (Lihat Juga: Kembali Jokowi Berjanji, 2 Pekan Api Padam

 

Setiap warga yang terkendala mendapatkan income (pendapatan) akibat kabut asap akan menerima uang sebesar Rp 900 ribu per orang. Namun hingga kini wacana tersebut belum juga terealisasikan.